AksaraKaltim — Panitia kurban Masjid Agung Al-Hijrah Kota Bontang merasa bangga mendapatkan bantuan dan bisa menyembelih secara langsung sapi kurban bantuan dari Presiden Prabowo Subianto, pada perayaan IdulAdha 1447 Hijriah.
Tahun ini juga terdapat gebrakan baru, jika selama sepuluh tahun terakhir proses pemotongan hewan kurban selalu dialihkan ke Rumah Pemotongan Hewan (RPH), tahun ini pihak panitia memilih untuk melakukan penyembelihan secara mandiri di area masjid.
Ketua Panitia Kurban Masjid Agung Al-Hijrah, Ustadz Badaruddin Bana selain perdana melakukan pemotongan mandiri setelah satu dekade, pihak panitia juga mengaku sangat bangga dan bersyukur karena Masjid Agung Al-Hijrah dipercaya untuk mengelola dan menyembelih sapi bantuan kemasyarakatan dari Presiden Republik Indonesia.
“Dipercaya menyembelih sapi bantuan dari Presiden RI tentu membuat kami merasa sangat senang dan bangga. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden atas bantuan sapi untuk masyarakat Bontang,” ungkapnya di sela-sela aktivitas penyembelihan yang disambut antusias tinggi oleh warga setempat, Kamis (28/5/2026).
Untuk menjaga kebersihan lingkungan masjid, panitia menerapkan penanganan limbah yang ketat. Seluruh limbah cair seperti darah langsung ditampung menggunakan wadah khusus, kemudian dimasukkan ke dalam kantong plastik berukuran besar untuk langsung dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Pola Distribusi Daging Kurban
Tahun ini, Masjid Agung Al-Hijrah total mengelola 13 ekor sapi dan 13 ekor kambing. Dari jumlah tersebut, berat daging murni diprediksi mencapai 1,3 ton, belum termasuk bagian tulangan.
Untuk teknis distribusi, panitia menerapkan sistem “jemput bola” agar tidak terjadi antrean atau kerumunan di masjid. Kupon dan paket daging akan disalurkan melalui koordinasi bersama Ketua RT di lingkungan sekitar masjid, mulai dari RT 23 hingga RT 30.
“Skemanya kami serahkan ke RT dan RT yang membagikan langsung ke rumah-rumah. Warga tidak perlu datang ke masjid. Setelah salat zuhur, daging sudah bisa diambil oleh para Ketua RT,” jelasnya.
Selain warga di tujuh RT tersebut, panitia juga memberikan perhatian khusus kepada dua kelompok penerima manfaat lainnya, jamaah yang rajin beribadah di Masjid Al-Hijrah tetap mendapatkan jatah daging kurban meskipun domisili tinggalnya berada di luar lingkungan masjid. Data jamaah ini telah rampung diverifikasi sejak malam sebelum penyembelihan.
Kemudian, panitia juga membagikan sekitar 50 kilogram daging kurban khusus untuk warga yang tinggal di wilayah pesisir di Kampung Malahing.
“Alhamdulillah, dengan sistem yang lebih terbuka dan jangkauan yang meluas ini, penerima manfaat kurban di Masjid Al-Hijrah tahun ini jauh lebih banyak,” pungkasnya.
Upaya penyembelihan mandiri ini juga sebagai langkah membangun kembali kepercayaan masyarakat dan para muqorim (orang yang berkurban), dimana sempat beredar isu miring di tahun-tahun sebelumnya. Satu sisi, selama penyembelihan dilakukan di RPH, banyak muqorim yang tidak bisa menyaksikan langsung hewan kurban mereka saat disembelih.
“Hal itu memicu munculnya isu miring terkait transparansi pengelolaan daging,” diakhirinya.






