AksaraKaltim – Pemkot Bontang tengah serius mengentaskan kasus tengkes di Kota Taman. Salah satu upaya dengan menggelar operasi timbang serentak.
Kegiatan tersebut rencananya bakal digelar pada tanggal 9-13 Juni 2026 pada seluruh posyandu aktif di Bontang. Total posyandu yang tersebar di Kota Taman ada sebanyak 125. Rincian 58 posyandu di Kecamatan Bontang Selatan sebanyak 46 posyandu, dan Kecamatan Bontang Barat 21 posyandu.
Dalam operasi timbang serentak ada empat hal yang disasar, yakni penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak, serta deteksi dini risiko stunting.
Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris mengatakan, hasil verifikasi dari operasi timbang serentak yang didapat bakal menjadi acuan untuk memetakan masalah bagi anak yang mengalami gangguan pertumbuhan, keterlambatan perkembangan, maupun faktor risiko stunting yang memerlukan pendampingan lebih lanjut.
“Sehingga kami bisa memetakan program untuk mengentaskan kasus stunting, mulai dari tingkat kecamatan hingga kelurahan,” paparnya.
Kata dia, dengan adanya data valid mengenai jumlah bayi, balita dan anak yang terdampak tenges. Bakal memudahkan Pemkot Bontang memetakan sasaran, kelurahan mana yang paling terdampak kasus stunting dan harus mendapatkan perhatian lebih.
“Kalau data valid kami juga mudah melakukan pemetaan dan fokus di kelurahan mana yang perlu penanganan intensif,” paparnya.
Disisi lain AH-sapaannya, juga berharap kepada kader posyandu sebagai ujung tombak di lapangan, dalam melakukan pemantauan di lapangan. Kemudian, masyarakat juga diminta bekerja sama, dengan membawa anaknya ke posyandu untuk di data dan dipantau kesehatan anaknya.
“Harapan saya, orang tua yang punya anak bisa dibawa ke posyandu agar kami bisa mendapatkan data lengkap. Sehingga memudahkan kami menentukan arah penanganan anak stunting,” jelasnya. (Adv)






