AksaraKaltim – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur secara resmi mengintegrasikan layanan penanganan penyakit AIDS, tuberkulosis (TB), dan malaria (ATM) guna mempercepat pencapaian target eliminasi kesehatan secara nasional.
“Langkah integrasi layanan ini merupakan upaya strategis agar masyarakat dapat memperoleh akses skrining hingga pengobatan yang berkesinambungan di berbagai fasilitas kesehatan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Jaya Mualimin di Samarinda, Rabu diberitakan Antara.
Provinsi Kalimantan Timur saat ini ditetapkan sebagai salah satu dari 18 daerah prioritas secara nasional dalam upaya percepatan penurunan angka prevalensi penyakit TB.
Berdasarkan data terkini, tingkat penemuan kasus baru di wilayah tersebut baru mencapai 54 hingga 56 persen dari estimasi target sebanyak 21.000 pemeriksaan.
“Tingkat inisiasi pengobatan awal bagi pasien yang telah terdiagnosis juga baru menyentuh angka 85 persen dari target ideal sebesar 95 persen,” sebut Jaya.
Untuk menunjang integrasi pelayanan kesehatan, pemerintah daerah telah mendirikan dan mengoptimalkan layanan klinik perawatan, dukungan, dan pengobatan (PDP) yang kini tersedia di 188 puskesmas se-Kaltim.
Layanan klinik terpadu tersebut juga dirancang untuk mengendalikan penularan virus, di mana hingga periode April tahun 2026 tercatat adanya penambahan 441 kasus baru HIV serta 117 kasus AIDS di Kalimantan Timur.
“Selain mengandalkan puskesmas, kami juga secara aktif merangkul jejaring klinik swasta yang telah menerima pelatihan khusus agar disiplin melaporkan dan menangani kasus infeksi,” urainya.
Sementara itu, pada sektor penanganan endemis malaria, fokus intervensi daerah saat ini diarahkan ke wilayah Penajam Paser Utara dan Kutai Timur yang masih mendominasi sebaran kasus lokal.
Hingga triwulan kedua tahun 2026, akumulasi kasus malaria di Kaltim tercatat mencapai 408 kejadian, yang sebagian turut dipicu oleh peningkatan kasus impor dari kepulangan anggota TNI/POLRI usai bertugas di Papua.
“Melalui sinergi lintas instansi dan masyarakat ini, kami sangat optimistis target besar eliminasi penyakit menular di Kaltim dapat terwujud sepenuhnya pada 2030,” jelas Jaya.
Penguatan ekosistem kesehatan dan deteksi dini ini juga semakin diperkokoh Dinas Kesehatan dengan keberadaan 74 Desa Siaga TB yang secara bertahap ditargetkan dapat menjangkau seluruh 1.038 desa di Kalimantan Timur.






