AksaraKaltim –Warga Bontang mengeluhkan pemadaman listrik yang masih bergilir, karena diduga menjadi penyebab rusaknya alat elektronik.
Menanggapi hal itu, Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang, Rustam, meminta pihak PLN untuk mempercepat proses pemeliharaan jaringan listrik di wilayah Kota Bontang. Langkah ini diharapkan rampung sebelum memasuki perayaan pergantian tahun baru agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
Rustam menjelaskan, berdasarkan diskusi dengan pihak terkait, saat ini PLN memang tengah melakukan pemeliharaan intensif, khususnya terkait penggantian tiang listrik di sepanjang Jalan Imam Bonjol. Aktivitas tersebut menjadi salah satu penyebab terjadinya pemadaman listrik bergilir di sejumlah titik.
“Kami mengimbau masyarakat untuk mohon kebijakannya. Pemeliharaan ini dilakukan demi kelangsungan jangka panjang. Harapan saya, pihak PLN dan kontraktor dapat segera merampungkan permasalahan ini sebelum tahun baru, agar masyarakat tidak terganggu saat melaksanakan perayaan nanti,” ujar Rustam, Sabtu (22/8/2026).
Rustam mengapresiasi langkah PLN yang mulai mengatur jadwal pemadaman secara lebih terukur. Ia mencatat adanya perbaikan dibandingkan hari-hari sebelumnya. Jika sebelumnya pemadaman bisa berlangsung hingga 6-8 jam, kini durasinya terpantau berkurang menjadi 3-4 jam per hari dengan jadwal yang lebih teratur, yakni mulai pukul 12.00 hingga 14.00 Wita.
Selain faktor penggantian tiang, Rustam menyebut adanya kendala defisit daya di tingkat regional yang berdampak pada suplai listrik ke Bontang. Meski demikian, ia menegaskan bahwa Bontang masih memiliki cadangan pembangkit mandiri yang kini difungsikan untuk membagi beban daya.
“Memang ada defisit daya, dan suplai masuk ke Bontang sedikit berkurang. Namun, kita masih punya pembangkit sendiri yang sekarang dibagi-bagi. Saya berharap masyarakat Bontang bisa memahami kondisi ini,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rustam juga menekankan pentingnya komunikasi dari pihak PLN kepada masyarakat. Ia meminta jadwal pemadaman diinformasikan minimal H-1 atau H-2 sebelum pemadaman dilakukan melalui perangkat RT dan ruang informasi digital lainnya.
Menurutnya, informasi yang cepat sangat krusial di era digital saat ini. Pasalnya, pemadaman listrik tidak hanya berdampak pada penerangan rumah, tetapi juga mematikan jaringan internet (Wi-Fi), provider telekomunikasi, hingga distribusi air bersih.
“Sekarang zaman sudah digitalisasi, semua butuh internet. Kalau mati lampu, jaringan sering ikut mati. Kami minta PLN rutin berkoordinasi dengan pihak RT agar warga bisa mengantisipasi kerusakan barang elektronik dan menyesuaikan aktivitas mereka,” pungkasnya. (Adv)






