AksaraKaltim — DPRD Kota Bontang memberikan sorotan tajam terhadap lambatnya penanganan proyek pembangunan jaringan gas (jargas). Sejumlah lubang bekas galian yang dibiarkan terbuka tanpa penutupan kembali menuai banyak keluhan masyarakat karena dinilai sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan dan memicu risiko kecelakaan lalu lintas.
Wakil Ketua Komisi C DPRD Bontang, Muhammad Sahib, secara tegas mendesak pihak kontraktor agar segera merampungkan penutupan seluruh titik galian yang masih tersebar di berbagai wilayah Kota Bontang.
DPRD Bontang menerima banyak laporan dari masyarakat mengenai lubang galian yang masih terbuka tanpa pengamanan memadai, bahkan beberapa pengendara dilaporkan sempat terperosok akibat proyek jaringan gas tersebut.
Menanggapi alasan klasik kontraktor yang mengaku kekurangan tenaga kerja, Sahib menegaskan bahwa hal tersebut tidak dapat dijadikan pembenaran atas lambatnya penyelesaian pekerjaan yang sudah berjalan cukup lama.
Setiap proyek konstruksi dinilai wajib memiliki tanggung jawab penuh untuk menjamin keselamatan masyarakat selama pekerjaan berlangsung,” Sabtu (25/7/2026).
Berdasarkan temuan di lapangan, masih terdapat sejumlah lokasi yang belum dipasang pengaman maupun tanda peringatan, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan terutama bagi pengendara yang melintas pada malam hari.
Sebagai tindak lanjut atas permasalahan ini, Komisi C DPRD Bontang akan segera memanggil pihak kontraktor untuk meminta penjelasan resmi terkait lambatnya penyelesaian proyek serta berbagai keluhan masyarakat. Sahib menegaskan, apabila kontraktor tidak mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak, sebaiknya menyerahkan proyek tersebut kepada pihak lain yang dinilai lebih siap dan profesional.
“Kalau memang tenaga kerjanya tidak siap, jangan mengambil pekerjaan itu sejak awal. Jangan menjadikan alasan teknis sebagai pembenaran, sementara pekerjaan sudah berjalan cukup lama… Kalau memang tidak sanggup menyelesaikan pekerjaan dengan baik, lebih baik mundur saja,” tegas Sahib.
DPRD berharap pihak kontraktor dapat segera mempercepat penutupan seluruh lubang galian dan memastikan aspek keselamatan menjadi prioritas utama agar pembangunan infrastruktur tidak sampai mengorbankan keselamatan warga. (Adv)






