AksaraKaltim – Ketua Komisi B DPRD Bontang, Rustam mendorong Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) melakukan pendataan tehadap kapal-kapal yang melayani penyebrangan wisatawan dari dermaga Tanjung Laut Indah atau pun Bontang Kuala ke Pulau Beras Basah, Kota Bontang.
Tujuannya agar kapal yang melayani penyebrangan menuju salah satu wisata andalan Bontang dipastikan layak. Mulai dari, pelampung penumpang, jenis dan ukuran kapal serta wajib mencantumkan nomor darurat di kapal.
“Kapal juga harus layak. Paling utama, jangan mengangkut penumpang melebihi muatan kapal. Jangan muatnya 8 isi 10 salah sudah itu,” jelasnya.
Rustam tidak memungkiri, musibah bisa terjadi kapan saja, namun setidaknya standar keselamatan sudah diterapkan. Dia pun berharap ke depan pelayanan jasa penyebrangan ke Pulau Beras Basah bisa semakin diperbaiki.
“Semoga ke depan semakin baik dan tidak ada lagi kejadian,” paparnya.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Amiluddin mengatakan total korban yang berhasil diselamatkan berjumlah 29 orang. Terdiri dari 25 orang penumpang , 3 pemandu wisata, dan 1 juru kemudi.
Seluruhnya berhasil dibawa ke darat dan petugas Disdamkartan melakukan pertolongan pertama.
Dugaan sementara kap wisata mereka tenggelam karena terhempas ombak dan dikabarkan muatan berlebih dari batas maksimal.
“Kami hanya sambut di terminal. Dua orang pingsan kami bawa ke RS Amalia. Satu diantaranya perempuan sedang hamil,” ucap Amiluddin melalui Sekretaris Disdamkartan Sarkani.
Sebelumnya, sebuah kapal yang ditumpangi wisatawan asal Samarinda mengalami mati mesin dan sempat terombang ambing di perairan laut Bontang. Kapal tim evakuasi dari BPBD yang datang untuk menjemput para wisatawan tersebut justru ikut dihantam gelombang laut, dan nyaris tenggelam. (Adv)






