AksaraKaltim – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Bontang dari Januari hingga Oktober 2026 didominasi kelompok balita.
Berdasarkan data tiga puskesmas di Bontang, yakni Puskesmas Bontang Barat, Puskesmas Bontang Utara I, dan Puskesmas Bontang Selatan II, jumlah kasus ISPA tembus di angka 5.817 kasus. Dari total itu, 1.759 di antaranya merupakan kasus yang menyerang balita.
Tapi, data tersebut belum mencakup angka kasus dari tiga fasilitas kesehatan lain, seperti Puskesmas Bontang Selatan I, Puskesmas Bontang Utara II dan Bontang Lestari.
Kepala Puskesmas Bontang Barat, Muhammad Irzal Wijaya mengatakan bahwa total warga yang terserang ISPA di Kecamatan Bontang Barat mencapai 2.941 kasus.
Dirincikan, pada Januari sampai Juni 2026 total kasus ispa di Bontang Barat berada di angka 1.304. Kemudian, dari Juli hingga Oktober, jumlah penderita ISPA berjumlah 1.637 kasus.
“Sekarang total kasus ispa di Bontang Barat sudah di angka 2.941 kasus,” ucap Muhammad Irzal Wijaya, Jumat (23/10/2026).
Muhammad Irzal Wijaya menambahkan bahwa kategori yang sering terdampak ISPA adalah balita. Mulai dari umur kurang dari satu tahun hingga lima tahun mencapai 489 kasus, disusul anak usia sekolah berusia enam sampai delapan tahun yang terdampak ISPA sebanyak 131.
Selanjutnya, kategori remaja yang paling banyak terjangkit ispa yaitu berusia 16 tahun, yang mencapai 39 kasus.
“Usia terbanyak terkena ISPA. Balita, anak usia sekolah, dan remaja berumur 16 tahun, tegasnya.
Terkait penanganan pencegahan, mereka telah melakukan edukasi semaksimal mungkin, seperti menggerakkan lima aksi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) untuk Puskesmas (PKM) Bontang Barat dengan inovasi “Kolakpisang”.
“Kami juga melakukan pencegahan dengan edukasi seperti gencarkan lima aksi germas,” ucap Muhammad Irzal Wijaya.
Kemudian, dari data yang diperoleh dari Kepala Puskesmas Bontang Utara I, I Wayan Santika, mulai Januari sampai Oktober 2026, kasus ISPA telah mencapai 1.872 kasus.
“Saat ini sudah di angka 1.872 kasus ISPA di Bontang Utara,” ucap I Wayan Santika, Jumat (23/10/2026).
Usia yang sering terdampak ISPA yaitu balita dan kategori usia dewasa. Teruntuk balita dari umur kurang dari satu tahun hingga lima tahun, mencapai 530 kasus. Kategori usia dewasa berusia 20 sampai 44 tahun menyentuh 531 penderita yang terjangkit ISPA.
“Kalau dari data yang rentan terkena ISPA saat ini, kategori balita dan usia dewasa,” tegasnya.
Terakhir, data dari Puskesmas Bontang Selatan II, sejak Januari sampai Oktober 2026, mencapai 1.004 kasus ISPA.
Adapun usia yang rentan terhadap ispa di Kecamatan Bontang Selatan, mayoritas kategori balita dari umur kurang dari satu tahun hingga lima tahun mencapai 740 kasus terjangkit ISPA.
Data tersebut disampaikan, Kepala Puskesmas Bontang Selatan Dua, Livia Fitriati, melalui Staff Promosi Kesehatan (Promkes), Indah Alfiani.
“Mayoritas balita saat ini paling banyak terjangkit ISPA,” ucap Indah Alfiani, Kamis (22/10/2026).
Indah Alfiani menyampaikan bahwa gejala awal ispa yang sering terjadi saat demam, pilek atau hidung tersumbat, sakit tenggorokan, batuk, sesak napas, dan lemas.
Ia menambahkan, jika sudah muncul gejala awal tersebut, diharuskan istirahat yang cukup, kemudian perbanyak makan buah dan sayur. Ia juga menyarankan masyarakat untuk memperbanyak minum air putih, tapi jika tidak membaik, maka segera ke fasilitas kesehatan (Faskes).
“Perbanyak minum air putih dan istirahat yang cukup. Kalau masih tidak membaik, segera ke Faskes,” tegasnya.
Penulis : Rahmat Ibnu.






