AksaraKaltim – Bontang Citimall akhirnya dibuka secara resmi pada 11 Desember 2022. Acara peresmian mall pertama di Kota Bontang tersebut berjalan dengan lancar.
Direktur Utama PT Anggareksa Lokeswara – NWP Property, Teges Prita Soraya menyebut, Citimall Bontang merupakan mal ke-29 yang dioperasikan pihaknya. Mal ini merupakan yang pertama dibangun di Kaltim, setelah sebelumnya juga dibangun di Pulau Kalimantan lainnya seperti di Ketapang, Pangkalanbun, Sampit, Kuala Kapuas.
“Kami bersyukur pada akhirnya bisa membuka pusat perbelanjaan yang sudah lama dinanti-nantikan oleh warga Bontang,” ujar Teges.
Teges membeberkan, tenant-tenant yang sudah dan akan segera buka dalam waktu dekat ini mengisi lebih dari 90 persen okupansi di Citimall Bontang.
Beberapa tenant nasional yang sudah mengisi Citimall Bontang adalah Matahari Department Store, Happy Time, Optik Seis, Bata, The Body Shop, Fore Coffee, Jiwa Toast & Jiwa Tea. Sementara tenant lain yang akan menyusul mengisi Citimall Bontang di antaranya Ichiban Sushi, Ta Wan, Samsung, Erafone, My Salon, Guardian, Everbest, dan bioskop Cinema XXI.
“Dengan kehadiran pengusaha-pengusaha lokal di mal ini. Menjadi salah satu wujud komitmen kami dalam mendukung pelaku usaha lokal dan memberi peluang untuk mengembangkan bisnisnya menjadi lebih besar lagi. Kami sangat berbahagia bahwa di mal ini pengusaha-pengusaha lokal asli Bontang dapat bersanding dengan merek-merek nasional,” terangnya.
Teges menjelaskan, pada titik pintu masuk Citimall Bontang mereka memasang Real Time People Counting. Sehingga bisa mengetahui berapa jumlah pengunjung yang ada di dalam mall.
“Teknologi canggih ini sangat diperlukan dan penting. Supaya kami dapat memantau berapa jumlah pengunjung. Agar warga ketika berbelanja merasa nyaman,” kata dia.
Wali Kota Bontang Basri Rase mengaku senang karena BCM akhirnya beroperasi. Setelah beberapa waktu lalu sempat terhambat pembangunannya akibat pandemi Covid-19.
Baiknya lagi, menurut Basri, pekerja diisi masyarakat lokal. Paling tidak manajemen BCM bisa menjalankan Perda prioritas pekerja lokal
“Alhamdulillah, saya lihat pekerja lokal mendominasi BCM. Saya kira ini menjadi langkah baik. Jangan ada diskriminasi,” ucap Basri Rase.






