Dari Rp1 Miliar ke Rp200 Juta, DPK Bontang Tetap Layani Warga Pesisir

Halaman depan Kantor DPK Bontang. (Istimewa)

AksaraKaltim – Keterbatasan anggaran tak menghentikan langkah Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Bontang dalam menjaga layanan literasi bagi masyarakat pesisir tetap berjalan.

Kepala Bidang Perpustakaan, Indra Nopika Wijaya, mengungkapkan anggaran literasi pesisir tahun ini hanya sekitar Rp200 juta. Jumlah tersebut turun drastis dibanding tahun sebelumnya yang mencapai Rp1 miliar.

“Karena terbatas anggaran, jadinya frekuensi kunjungan berkurang. Dalam setahun, satu lokasi kini hanya bisa dilayani sekitar dua kali,” ujarnya belum lama ini.

Indra menegaskan, akibat keterbatasan anggaran berdampak langsung pada pelaksanaan program. Sejumlah kegiatan harus dikurangi, termasuk pelatihan literasi yang sementara dihentikan.

“Mau nggak mau ya harus kita hentikan untuk sementara,” timpalnya.

Meski demikian, layanan untuk wilayah pesisir seperti Malahing dan Tihi-Tihi tetap menjadi prioritas utama. DPK memastikan akses literasi di kawasan tersebut tidak terputus.

Salah satu program andalan yang tetap berjalan adalah “Layar Hospital”. Melalui program ini, petugas mendatangi langsung masyarakat pesisir menggunakan kapal dengan membawa berbagai fasilitas literasi.

Buku bacaan, sarana edukasi, hingga perlengkapan pendukung disalurkan langsung ke warga. Program ini menjadi solusi bagi daerah yang sulit dijangkau akses darat.

Sebagai alternatif, DPK menjalankan program “Silang Layan”. Melalui skema ini, masyarakat dapat meminjam buku dalam jumlah besar yang diantar langsung ke wilayah mereka.

Selain itu, DPK juga pernah menghadirkan program kunjungan ke perpustakaan kota bagi anak-anak pesisir.

“Ke depan, Kita akan kolaborasi dengan pihak ketiga melalui CSR dan relawan literasi diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program,” tandasnya.