AksaraKaltim – Seorang pelajar pelajar kelas 2 Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Bontang Selatan dilarang ber sekolah oleh wali kelasnya.
Kejadian awal, saat itu orang tua dari murid menjemput anaknya di jam pulang sekolah, Kamis (21/8/2025) lalu, sekitar pukul 10.00 WITA. Sesampainya di gerbang sekolah dia mendapati anaknya menangis.
Sebagai ibu S pun menanyakan kenapa anaknya menangis kepada salah satu orang tua murid lain yang ada di sana. Namun tidak mendapatkan jawaban. Dia pun bertanya kepada anaknya kenapa menangis.
“Anak saya jawab dipukul guru di dada atas bagian kanan (dugaan), saya periksa memang tidak ada memar dan saya tidak masalah itu (dugaan dipukul). Tapi mental anak saya gimana,” ucap orang tua murid berinisial S.
Lanjutnya, orang tua murid tersebut pun menanyakan kepada guru yang dimaksud anaknya. Kebetulan guru itu berada pada posisi hendak menuju gerbang keluar sekolah.
Namun, bukannya menjawab tapi guru tersebut malah memberikan reaksi yang berlebihan menurutnya.
“Malah saya dibilang pengadu domba, pemghasut dan lainnya,” katanya.
Selang satu hari kemudian, tepatnya di hari Jum’at (22/8/2025) anaknya tidak diperbolehkan lagi masuk kelas dan dirinya pribadi juga dikeluarkan dari grup kelas.
Di hari yang sama pihak Pengawas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang juga datang melakukan mediasi. Tapi hasilnya, buntu.
“Malah dia laporkan saya ke Disdikbud, kalau saya fitnah dia (guru). Padahal saya tidak ada telpon atau teror dia,” paparnya.
Yang disayangkan, S sebagai orang tua adalah tidak ada kepastian kapan anaknya bisa kembali bersekolah. Pihak sekolah juga tidak memberi kepastian.
“Anak saya cuma diminta menunggu hasil keputusan dinas dan jangan dulu masuk sekolah, tapi tidak ada kepastian,” terangnya.
Kemudian, dari grup paguyuban sekolah pun dia telah dikeluarkan.
Sementara surat pemberhentian dan surat pindah putranya secara resmi belum ada di terima. Sampai saat ini.
“Ini sudah enam hari anak saya tidak sekolah. Pelajaran sudah ketinggalan,” terangnya.
Dikonfirmasi, Plt Disdikbud Bontang, Saparudin membenarkan kejadian itu. Dijelaskan, kejadian tersebut tengah diproses. Kemungkinan guru tersebut akan dipindah ke sekolah lain.
“Lagi diselesaikan sama sekolah ditunggu aja hasilnya,” tegasnya.