AksaraKaltim – Wakil Ketua Komisi C DPRD Bontang, Muhammad Sahib, kembali mendesak Dinas Perhubungan (Dishub) Bontang untuk turun langsung ke lapangan guna menegur sopir-sopir truk pengangkut material yang masih bandel tidak menutup muatannya dengan terpal.
Persoalan ini merupakan keluhan berulang dari warga yang bermukim di kawasan Jalan Pelabuhan III, Kelurahan Tanjung Laut Indah. Sahib menyebut, material koral yang diangkut truk-truk tersebut kerap berceceran di sepanjang jalan yang dilalui, sehingga tidak hanya membuat jalanan kotor, tetapi juga membahayakan pengguna jalan lain akibat potensi kecelakaan.
“Dishub harus menempatkan personelnya di lokasi untuk menegur langsung,” pinta Sahib saat dikonfirmasi, Senin (27/7/2026).
Sayangnya, menurut Sahib, permintaan penempatan personel di titik rawan tersebut kerap tidak terealisasi. Dishub Bontang beralasan keterbatasan jumlah personel di lapangan menjadi kendala utama sehingga pengawasan langsung sulit dilakukan secara rutin.
Kondisi ini membuat Sahib khawatir, sebab persoalan yang dibiarkan berlarut-larut tanpa penanganan konkret berpotensi memicu kejengkelan warga sekitar yang sudah berulang kali menyampaikan keluhan namun belum mendapati perubahan berarti di lapangan.
“Yang kami khawatirkan masyarakat sekitar mengambil tindakan anarkis dengan menahan aktivitas para sopir truk tersebut. Untuk itu kami minta Dishub segera bertindak,” tegasnya.
Ia menilai, keterbatasan personel semestinya tidak dijadikan alasan untuk menunda penindakan, mengingat dampak dari pembiaran ini justru bisa memicu gesekan langsung antara warga dan pihak sopir truk di lapangan. Menurutnya, kehadiran petugas Dishub secara berkala di titik-titik rawan seperti Jalan Pelabuhan III setidaknya dapat memberikan efek jera sekaligus rasa aman bagi warga sekitar.
Sahib berharap, Dishub dapat segera mencari solusi atas kendala personel tersebut, baik melalui pengaturan jadwal patroli maupun koordinasi dengan pihak terkait lainnya, agar pengawasan terhadap truk-truk bermuatan material bisa berjalan lebih efektif dan keluhan warga Tanjung Laut Indah tidak lagi berulang di kemudian hari. (Adv)






