AksaraKaltim – Pentingnya kerja sama lintas sektor dalam penguatan literasi menjadi kunci keberhasilan program Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Bontang.
Kepala Bidang Perpustakaan (Kabid), Indra Nopika Wijaya mengatakan, bahwa penguatan literasi tidak dapat dilakukan secara mandiri, sehingga kolaborasi dengan berbagai pihak melalui skema kerja sama menjadi kunci utama keberhasilan program.
DPK Bontang pun mencari peluang kerja sama dengan instansi pemerintah maupun swasta yang ingin menghadirkan layanan literasi di lingkungannya, melalui mekanisme nota kesepahaman atau MoU.
“Melalui MoU ini, Kita sepakat bentuk dukungan apa yang akan diberikan, baik dalam penyediaan buku, pengelolaan pojok baca, maupun program literasi lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing instansi,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).
Indra menilai, pendekatan ini penting untuk memastikan bahwa program literasi berjalan lancar, terencana dan memiliki dasar kerja sama yang jelas serta berkelanjutan dalam jangka panjang.
Ia juga menekankan bahwa keterlibatan berbagai pihak akan mempercepat penyebaran literasi ke berbagai sektor, termasuk lingkungan kerja, fasilitas publik, hingga ruang-ruang sosial yang selama ini belum tersentuh secara optimal.
“Dengan kerja sama ini kami fasilitasi seperti distribusi buku dan pendampingan dalam pengelolaan layanan literasi,” timpalnya.
Selain memperluas jangkauan program, kolaborasi ini juga membantu DPK dalam mengatasi keterbatasan sumber daya, baik dari sisi anggaran maupun tenaga, sehingga program literasi tetap dapat berjalan secara maksimal.
DPK meyakini bahwa literasi merupakan tanggung jawab bersama, sehingga keberhasilan program sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta.
“Dengan semakin banyaknya pihak yang terlibat, DPK Bontang optimistis bahwa ekosistem literasi di daerah dapat berkembang lebih kuat dan merata di seluruh lapisan masyarakat,” tutupnya.






