AksaraKaltim – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang untuk mengoperasikan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) selama 24 jam tahun ini mendapat lampu hijau dari jajaran legislatif.
Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faisal Sofyan Hasdam, menyatakan dukungannya terhadap inovasi tersebut. Menurutnya, segala kebijakan yang berpusat pada pemenuhan hak dasar masyarakat seperti kesehatan tentu menjadi prioritas utama.
“Kami di DPRD tentu mendukung penuh selama itu untuk kepentingan kesehatan masyarakat. Dengan tujuan wacana puskesmas 24 jam ini sangat baik untuk memperpendek jarak pelayanan,” ujar Andi Faiz-sapaannya. Kamis (1/1/2026).
Kata dia, meski memberikan dukungan, politisi Golkar tersebut mengingatkan agar pemerintah berhati-hati dalam menyusun mekanisme pelaksanaannya dan tidak boleh melanggar regulasi yang berlaku.
Andi Faiz juga menyoroti nasib Tenaga Kesehatan (Nakes) yang nantinya akan bertugas. Dia mengingatkan Pemkot Bontang dengan adanya penambahan jam operasional dan tidak mengorbankan hak-hak para nakes.
“Yang penting mekanismenya jelas dan tidak melanggar hukum. Terkait Nakes, saya minta tidak ada pengurangan hak, baik itu insentif maupun tunjangan lainnya. Beban kerja bertambah, maka apresiasi juga harus sesuai,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia berharap operasional 24 jam ini bisa menghapus hambatan administratif yang sering dikeluhkan warga saat kondisi darurat. Ia meminta Puskesmas nantinya tidak kaku dalam membedakan pasien umum maupun BPJS saat keadaan mendesak.
“Intinya pelayanan dulu. Jangan tanya dulu dia pasien umum atau BPJS. Urusan administrasi bisa menyusul, yang terpenting nyawa dan kesehatan warga tertangani dengan cepat,” diakhirinya.
Sebelumnya, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengungkapkan bahwa Pemkot tengah merumuskan penguatan layanan Puskesmas agar bisa melayani warga sepanjang hari. Hal ini dipicu oleh tingginya angka kunjungan ke Unit Gawat Darurat (UGD) rumah sakit yang sebenarnya bisa ditangani di tingkat pertama.
“Salah satu gagasan yang sedang kami rumuskan adalah penguatan layanan puskesmas agar beroperasi 24 jam. Banyak sekali masyarakat yang langsung ke UGD rumah sakit, padahal bisa dioptimalkan di Puskesmas jika jam operasionalnya ditambah,” kata Neni saat kegiatan doa bersama menjelang tahun baru 2026, Rabu (31/12/2025).






