AksaraKaltim – Usai terendam banjir selama kurang lebih 10 hari, jembatan atau akses jalan masuk menuju SMPN 5 Bontang mulai mengalami kerusakan.
Diketahui banjir itu terjadi lantaran saluran pembuangan pada drainase yang ada buntu. Sehingga menyebabkan air menggenang.
Kepala Sekolah SMPN 5 Bontang, Muhiddin mengatakan, banjir yang terjadi beberapa waktu lalu termasuk yang tertinggi selama sekolah itu berdiri. Dengan ketinggian hampir mencapai pinggang orang dewasa.
Sementara dari pantauan, ketinggian jembatan dengan tanah tempat pondasi jembatan berdiri memiliki ketinggian sekira 5 sampai 6 meter.
Dari arah gerbang masuk, terlihat sebuah garis patahan pada jalan jembatan yang dicor. Sementara pondasi dari jembatan berbahan dasar kayu. Yang ditakutkan sewaktu-waktu bisa saja roboh.
“Sebelum banjir jembatan belum seperti sekarang. Sekarang bisa dilihat sendiri kondisinya,” kata dia.
Dia pun berharap kepada Pemkot dan DPRD Bontang agar bisa membangun komunikasi dengan pihak perusahaan. Agar lahan milik perusahaan yang ada bisa dibebaskan untuk SMPN 5 Bontang.
Diketahui, jembatan masuk menuju SMPN 5 Bontang berdiri di atas tanah milik 2 perusahaan.
“Dari perusahaan memang ada mau hibahkan lahan di belakang sekolah. Tapi, kalau seumpama akses jalan dialihkan ke sana akan banyak yang harus dikorbankan,” ujarnya.
Ketua Komite SMPN 5, Kartolo menyampaikan, seharusnya Pemkot Bontang bisa berkomunikasi dengan 2 perusahaan sebagai pemilik lahan. Ada 2 opsi yang dia sarankan, pertama meminta perusahaan menghibahkan sebagian lahannya dan pemerintah melakukan pembebasan lahan.
Dijelaskannya, jembatan tersebut dibangun sekira tahun 2004 lalu dengan panjang hampir 50 meter dengan lebar 4 meter.
“Garis besarnya permasalahan ini cuma komunikasi. Kalau Wali Kota Bontang, DPRD dan perusahaan duduk bersama. Selesai ini barang (persoalan). Dari awal jembatan ini berdiri, pihak sekolah selalu bersurat ke perusahaan melakukan peminjaman lahan,” terangnya.
Sementara, Ketua Komisi III DPRD Bontang, Amir Tosina menyebut dalam waktu dekat ini akan melakukan pemanggilan terhadap pihak terkait. Untuk mencari jalan keluar atas persoalan yang ada.
“Bakal kami undang pihak terkait dalam waktu dekat ini,” paparnya.






