Kapal Wisatawan dan Tim Evakuasi Nyaris Karam, DPRD Bontang Minta Pengawasan Transportasi Laut Ditingkatkan

Saat proses hendak dilakukan evakuasi. (Istimewa).

AksaraKaltim – Insiden menegangkan yang nyaris membahayakan keselamatan wisatawan terjadi dalam perjalanan arah balik dari objek wisata Pulau Beras Basah, Kota Bontang.

Ketegangan bermula ketika sebuah kapal penyebrangan yang membawa sebanyak puluhan wisatawan asal Samarinda dilaporkan nyaris tenggelam. Kejadian bermula, saat kapal wisata yang tumpangi mengalami kerusakan mesin hingga terombang-ambing di perairan Bontang, Selasa (11/8/2026) petang.

Situasi yang awalnya tenang berubah seketika karena wisatawan mengalami panik,  karena kapal evakuasi yang datang untuk menjemput para wisatawan tersebut justru ikut dihantam gelombang laut. Sehingga membuat air masuk ke dalam lambung kapal evakuasi.

Untuk menghindari risiko korban jiwa yang lebih fatal, nakhoda akhirnya memutuskan mengarahkan kapal ke perairan yang lebih dangkal. Namun, akibat kondisi darurat dan gelombang yang tidak menentu, kapal tersebut justru berujung kandas.

“Tentu kejadian ini menjadi catatan serius ke depannya, khususnya dari sisi keamanan dan pengawasan,” paparnya.

Kata dia, kejadian ini apabila tidak ditindaklanjuti dan evaluasi. Tentunya bakal berdampak terhadap kunjungan wisatawan luar daerah berkunjung ke Pulau Beras Basah ke depannya.

Rustam pun mendesak Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) untuk segera melakukan peningkatan pengawasan, dengan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang. Terlebih, Pemkot Bontang saat ini tengah menggencarkan peningkatan wisata di Bontang.

“Jangan sampai  wisatawan luar daerah jera atau trauma ke Beras Basah,” cecarnya.

Kepala Pelaksana BPBD Bontang Usman melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Ismail, mengatakan, insiden bermula saat kapal wisata yang membawa 25 wisatawan mengalami kerusakan mesin. Pemandu wisata kemudian menghubungi rekannya untuk meminta bantuan evakuasi.

“Baru lah kami ke sana evakuasi semua wisatawan. Mereka datang ke Bontang untuk berlibur. Kemudian kapal wisata malah mengalami kerusakan mesin. Mau niat balik, justru masalah lagi di kapal evakuasinya,” ucap Ismail. (Adv)