AksaraKaltim – Ketua Komisi III DPRD Bontang, Amir Tosina menduga robohnya pagar bagian belakang Kelurahan Kanaan akibat kualitas pekerjaan yang tidak baik. Ia menduga proses pengerjaan pagar tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi yang tertera dalam dokumen perencanaan.
Persoalan robohnya pagar itu pundianggap dirinya sangat memalukan.
“Membuktikan kualitas kerjanya (kontraktor) tidak baik,” kata dia.
Dia pun mendesak pemerintah agar benar-benar memperhatikan kinerja kontraktor kedepannya.
Menurutnya, alasan robohnya pagar itu karena bagian pondasi pagar terkikis arus sungai, merupakan alasan yang dibuat-buat. Terlebih bangunan itu dibangun pada 2019 lalu.
“Kalau kinerjanya bagus tidak mungkin roboh karena baru lima tahun lalu dibangun,” klaimnya.
Dia pun berharap hal serupa tidak lagi terulang terhadap proyek-proyek yang ada di Kota Bontang.
Lurah Kanaan Salmon Kanaan Payung Allo mengatakan, ambruknya pagar tersebut diduga karena bagian bawah pagar yang kerap digenangi dan terkikis air saat hujan.
Adapun konstruksinya tidak kuat, sebab diperkirakan tidak dipancang dalam atau menggunakan cakar ayam.
“Pondasi pagar ke bawah enggak terlalu dalam, jadi ambrol. Tidak kuat menahan beban,” ucapnya.
Pagar yang berusia lima tahun dengan panjang 40 meter tersebut kondisinya sudah miring. Hal itu diketahui saat melakukan pengecekan sewaktu pertama kali menjabat.
Pihaknya telah berkomunikasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang mengenai kejadian ini. (Adv)






