AksaraKaltim – Dengan mengendarai motor trail, Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq blusukan ke Kampung Selambai Loktuan, Bontang pada Sabtu (7/2/206).
Dari pantauan di lapangan, meski mengendarai kendaraan roda dua seorang diri, Menteri Hanif beberapa kali berhenti dan menyapa serta berbincang dengan warga Kampung Selambai, Loktuan.
Salah satu yang ditanyakan Menteri Hanif kepada warga tidak lain adalah cara pengelolaan sampah rumah tangga sehari-hari.
Tidak hanya kepada orang dewasa, Menteri Hanif juga berapa kali bertanya kepada anak-anak di Kampung Selambai.
“Sampahnya dibuang ke mana kalau habis minum? Di buang ke laut atau gimana? Di rumah sampahnya dibuang ke mana?” tanya Menteri Hanif kepada beberapa anak.

Beberapa anak yang ditanya Menteri Hanif menjelaskan jika sampah yang ada di buang ke tempat sampah yang sudah disediakan.
“Kata mama (ibu) sampahnya dibuang ke tempat sampah. Kalau di rumah, sampahnya ditaruh di plastik baru buang ke tempat sampah,” jawab anak-anak tersebut.
Salah satu momen menarik ketika Menteri Hanif menemukan seorang petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tengah bekerja mengunakan sampan menjaring sampah di sekitar perairan Loktuan.
“Apa kapal penjaring sampah ini memang bekerja secara rutin?,” tanya Hanif kepada warga sekitar, mencoba mengonfirmasi.
“Iya pak, tiap hari itu begitu. Kadang pagi atau sore. Dari depan sampai ujung pujasera dia. Tugasnya mengelilingi jaring sampah,” jawab Dire, salah satu warga setempat.
Selain menggunakan motor trail, Menteri LH, Hanif Faisol juga melakukan blusukan dengan cara berjalan kaki mengitari jalan-jalan kecil di Kampung Selambai.
Adapun beberapa lokasi yang didatangi Menteri Hanif selama di Bontang adalah Pasar Loktuan, Perumahan Nelayan Selambai, Bontang Kuala, Pasar Taman Rawa Indah, dan Pasar Telihan.
Diketahui kunjungan ini menjadi bagian pemantauan nasional pengelolaan sampah oleh KLH dan verifikasi langsung terkait penilaian Adipura 2026.






