AksaraKaltim – Sekretaris Komisi A DPRD Bontang Saeful Rizal mendorong Pemkot Bontang menyiapkan anggaran persiapan bila terjadi bencana skala kecil.
Saeful Rizal mengambil contoh dari Pemkot Samarinda yang menyiapkan dana senilai Rp5 miliar. Dana itu diperuntukkan bagi warga yang tertimpa musibah alam.
“Saya usulkan adanya dana stimulan, (jaga-jaga) jika terjadi skala kecil (bencana). Sehingga bisa digunakan saat ada warga terkena musibah,” terangnya.
Diketahui, saat ini ada dua titik retakan yang berpotensi menyebabkan longsor di Bontang. Pertama di Jalan Gunung Tambora yang mengalami retakan dan mengalami penurunan kontur tanah sekitar 40 cm dengan panjang 100 meter. Kemudian di Jalan Gunung Soputan yang juga mengalami pergeseran tanah ke arah bawah sekira 15 cm.
Sementara itu, di Jalan Gunung Tinombala, Perumahan Bukit Sekatup Damai (BSD) bencana longsor sudah terjadi pada Selasa 5 Agustus lalu. Menyebabkan sebuah rumah nyaris ambruk.
Kabarnya, insiden tanah longsor itu terjadi karena jaringan pipa sanitasi limbah rumah tangga bocor. Kemudian air itu merembet ke dalam tanah dan membuat permukaan menurun secara perlahan.
“Warga BSD berharap jalan yang longsor segera diperbaiki. Karena sebelahan dengan rumah warga yang bisa saja ambruk,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Saeful Rizal turut mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Pemkot Bontang, khususnya di masa kepemimpinan Neni Moerniaeni dan Agus Haris, yang dinilai selalu merespons cepat segala keluhan masyarakat. Mulai dari lampu jalan yang padam hingga perbaikan aspek jalan sebelum terjadi longsor.