AksaraKaltim – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kalimantan Timur (Kaltim) mencatatkan kenaikan tipis menjadi 5,20% pada November 2025, naik 0,02% poin dari Agustus 2025.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur Mas’ud Rifai menyatakan jumlah pengangguran bertambah 393 orang menjadi 108.067 orang. Sementara itu, penduduk yang bekerja meningkat 1.635 orang menjadi 1,97 juta orang.
“Dari 100 orang angkatan kerja, terdapat sekitar 5 sampai 6 orang penganggur,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (19/2/2026).
Yang cukup mengkhawatirkan, terjadi kesenjangan tajam dalam TPT berdasarkan jenis kelamin. TPT perempuan melonjak drastis 2,17% poin menjadi 7,30%, sementara TPT laki-laki justru turun 1,16% poin menjadi 4,05%.
Pada saat yang sama, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) turun 0,50% poin menjadi 66,08% yang mengisyaratkan berkurangnya penduduk usia kerja yang aktif secara ekonomi.
Ironisnya, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mencatatkan TPT tertinggi di angka 9,51%, atau naik 1,79% poin dari periode sebelumnya. Angka ini jauh melampaui TPT lulusan universitas yang sebesar 5,46%.
Sebaliknya, penduduk bekerja dengan tingkat pendidikan universitas justru meningkat 0,74% poin, menggeser posisi lulusan SMK.
Dalam hal struktur pekerjaan, terjadi pergeseran positif menuju formalisasi ketenagakerjaan. Pekerja sektor formal naik 1,16% poin menjadi 57,94%(1,14 juta orang), sementara pekerja informal turun ke 42,06% (829.171 orang).
Status pekerjaan buruh/karyawan/pegawai tetap mendominasi dengan proporsi 54,06%, meningkat 1,22% poin. Sebaliknya, pekerja keluarga/tidak dibayar turun signifikan 1,22% poin, dan berusaha sendiri turun 1,14% poin.
Kemudian, Mas’ud menyebutkan sektor perdagangan besar dan eceran masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan kontribusi 18,38% (362.368 orang), diikuti sektor pertanian 15,45% (304.686 orang), dan penyediaan akomodasi dan makan minum 10,20% (201.082 orang).
Kendati demikian, sektor pertanian mengalami penurunan penyerapan pekerja paling besar, turun 2,47% poin. Sementara sektor akomodasi dan makan minum justru meningkat pesat 1,87% poin, yang mencerminkan bangkitnya industri pariwisata dan perhotelan.
Dari sisi jam kerja, terjadi perbaikan kualitas pekerjaan. Pekerja penuh waktu (≥35 jam per minggu) meningkat 5,53% poin menjadi 79,85% (1,57 juta orang).
Sebaliknya, setengah penganggur turun 1,33% poin menjadi 4,33%, dan pekerja paruh waktu turun drastis 4,20% poin menjadi 15,82%.
Dia melanjutkan, penduduk usia kerja pada November 2025 tercatat 3,15 juta orang, atau naik 26.509 orang dari Agustus 2025. Dari jumlah tersebut, 2,08 juta orang (66,08%) masuk kategori angkatan kerja, sementara sisanya 1,07 juta orang (33,92%) bukan angkatan kerja.
(Bisnis.com)






