AksaraKaltim – Sebanyak 600 penjahit lokal kembali dilibatkan dalam proyek andalan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), pembuatan seragam sekolah gratis bagi 29.820 pelajar SD dan SMP.
Tujuan, pelibatan pelaku UMKM daerah untuk mendorong dan memperkuat ekonomi kerakyatan.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, mengungkapkan bahwa pelibatan UMKM lokal merupakan komitmen pemerintah untuk memastikan perputaran ekonomi tetap berada di lingkup daerah, khususnya Bontang.
“Jumlah pastinya belum (final), tapi kami perkirakan sama seperti tahun lalu, yakni memberdayakan sekitar 600 penjahit lokal. Angka ini bahkan bisa bertambah, tergantung pada mitra kerja proyek pengadaan tersebut,” ujar Abdu Safa Muha.
Alokasi Anggaran dan Mekanisme
Untuk merealisasikan program tahunan tersebut, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp11 miliar. Saat ini, proses pengadaan sedang memasuki tahapan kontrak dengan penyedia jasa melalui mekanisme E-Katalog.
Setelah proses kontrak rampung, pihak penyedia diminta untuk bergerak cepat melakukan pengukuran baju, terutama bagi siswa baru yang akan masuk ke jenjang SD maupun SMP.
Dari data yang diterima, total penerima seragam sekolah gratis lengkap ada sebanyak 29.820 pelajar. Terbagi menjadi, pelajar jenjang SD 19.970 dan jenjang SMP 9.850 setel.
Dampak Ekonomi bagi Warga
Abdu Safa Muha menegaskan bahwa program ini memiliki multiplayer effect. Di satu sisi, beban ekonomi wali murid menjadi lebih ringan karena tidak perlu membeli seragam baru. Di sisi lain, para pengusaha jahitan lokal mendapatkan manfaat ekonomi secara langsung.
“Semangat pemerintah adalah memberdayakan UMKM lokal agar ekonomi di Bontang terus bergerak dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelasnya.
Tambahan informasi, selain seragam sekolah, Disdikbud juga tengah menyiapkan tas dan sepatu gratis bagi para pelajar Bontang. (Adv)






