Pulau Miang Diserbu Wisatawan, Kunjungan Tembus 3.000 Orang per Bulan

Gugusan terumbu karang warna-warni membentang luas, menjadi rumah bagi ratusan jenis biota laut di perairan Pulau Miang. (Dok Pokdarwis Pulau Miang)

AksaraKaltim – Kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Nusabale Desa Pulau Miang, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur mencatat kunjungan wisatawan di objek wisata bahari Desa Pulau Miang rata-rata tiga ribu orang setiap bulan.

“Dari hasil pendataan kami sementara yang dilaporkan ada dua ribu sampai tiga ribu wisatawan yang datang ke desa kami,” ucap Ketua Pokdarwis Nusabale Desa Pulau Miang, Sapina, di Sangatta, Kaltim, Senin diberitakan Antara.

Desa Pulang Miang yang terkenal dengan destinasi wisata laut yang jernih serta berbagai macam terumbu karang, menjadi salah satu destinasi wisata bahari populer di Kalimantan Timur.

BACA JUGA:  Hiu Paus Pulau Miang Dibidik Jadi Pendongkrak Ekonomi Warga

Sapina mengatakan dari popularitas itu, setiap akhir pekan tidak kurang dari 500 wisatawan lokal dan luar daerah yang datang.

Menurutnya, peningkatan pengunjung tersebut merupakan hasil dari kerjasama promosi lintas sektoral di bidang pariwisata, baik di tingkat Kabupaten Kutai Timur maupun Provinsi Kalimantan Timur.

“Pihak pemerintah dan swasta selalu bersama-sama kami mempromosikan wisata yang ada di Desa Pulau Miang,” tuturnya.

BACA JUGA:  Hiu Paus Pulau Miang Dibidik Jadi Pendongkrak Ekonomi Warga

Pesatnya perkembangan pariwisata di Kalimantan Timur membawa efek ganda bagi perekonomian warga, yang tercermin dari geliat ekonomi warga Desa Pulau Miang.

Di desa wisata bahari itu tercatat ada 10 usaha kecil dan menengah, 8 homestay yang dikelola masyarakat, serta 20 vila dan resort di atas laut yang dikelola pengusaha lokal.

“Kebanyakan sekarang masyarakat di sini bekerja sebagai menjamu wisatawan di vila-vila,” katanya.

BACA JUGA:  Hiu Paus Pulau Miang Dibidik Jadi Pendongkrak Ekonomi Warga

Lebih lanjut, Sapina mengatakan pada hari pariwisata sedunia, pihaknya mengajak dan memberikan edukasi ke masyarakat terkait peningkatan sumber daya manusia di tempat wisata.

“Kami ingin masyarakat di sini dapat lebih akrab dengan pariwisata. Agar semua warga bisa merasakan keuntungan dari sektor tersebut,” ujarnya.