AksaraKaltim – Kerap membahayakan pengguna jalan lain dan meresahkan warga, Polresta Samarinda membubarkan kumpulan balapan liar saat melakukan patroli dini hari. Setidaknya terdapat puluhan kendaraan diangkut paksa oleh polisi, pada Rabu (4/3/2026).
Operasi senyap ini dipimpin langsung oleh IPDA Ilham Satria Braja Nata, Pamapta II Polresta Samarinda, didampingi Unit Turjawali Sat Lantas. Mereka menyisir titik-titik rawan yang selama ini menjadi momok bagi warga Kota Tepian.
Aksi Kucing-kucingan di Samarinda Seberang
Titik pertama yang disasar adalah Jalan Pattimura, Kelurahan Mesjid, Samarinda Seberang. Di lokasi ini, petugas mendapati kumpulan pemuda yang sudah bersiap memacu adrenalin secara ilegal.
Namun, kehadiran personel berseragam yang sigap membuat nyali para pebalap dadakan ini menciut. Aktivitas yang meresahkan itu berhasil dibubarkan sebelum bendera start sempat dikibarkan.
Tak berhenti di sana, patroli bergeser menuju Jalan Pahlawan, Kecamatan Samarinda Ulu. Di sini, suasana pecah. Petugas mendapati aksi adu kecepatan sedang berlangsung sengit. Tanpa memberikan celah untuk melarikan diri, personel Polresta Samarinda langsung melakukan pengepungan dan penindakan tegas.
Hasilnya, sebanyak 20 unit sepeda motor yang diduga kuat digunakan untuk balapan liar berhasil diamankan petugas. Motor-motor tersebut kini harus “menginap” di markas kepolisian sebagai barang bukti.
“Aksi ini sangat membahayakan, bukan hanya bagi mereka sendiri, tapi juga bagi pengguna jalan lain yang tidak tahu apa-apa. Kami berikan pembinaan keras agar mereka tidak mengulangi perbuatannya,” tegas IPDA Ilham Satria Braja Nata.
IPDA Ilham memastikan bahwa pihak kepolisian tidak akan memberikan ruang bagi pelaku balap liar di Samarinda. Patroli dini hari akan terus digalakkan secara rutin dan acak guna memastikan warga bisa beristirahat dengan tenang tanpa gangguan kebisingan knalpot brong.
Bagi para orang tua, kepolisian mengimbau untuk lebih ketat mengawasi pergaulan anak-anak mereka, terutama jika keluar rumah hingga larut malam menggunakan kendaraan bermotor yang tidak standar.






