AksaraKaltim – Angka pemakaian tempat tidur rawat inap atau Bed Occupancy Rate (BOR) di RSUD Taman Husada Bontang melampaui batas ideal. Hal ini terhitung pada kurun waktu Januari-Oktober 2025.
Kondisi tersebut membuat RSUD Taman Husada Bontang mengambil langkah strategis dengan menambah gedung baru yang dinamai Gedung C. Selain untuk mengatasi kondisi yang tidak sehat akibat kelebihan pasien, pembangunan gedung baru tersebut juga dilakukan demi pemenuhan syarat naik kelas menjadi rumah sakit tipe Madya.
Direktur RSUD Taman Husada, dr Suhardi, Sp.JP. FIHA mengatakan penggunaan BOR dinilai sehat dengan keterisian pasien minimal 60 persen dan maksimal 85 persen per bulannya.
Dari data yang dipaparkan Dokter Spesialis Jantung tersebut tren pada Januari sampai Juni masih berada di bawah batas maksimal. Dengan rincian Januari 62 Persen, Februari 67,02 Persen, Maret 64,56 Persen, April 66,48 Persen, Mei 72,61 Persen Dan Juni 68,68 Persen. Dengan total presentase di semester awal sekitar 68,98 persen.
Namun pada semester kedua di tahun 2025 justru mengalami lonjakan. Terutama pada Oktober lalu, presentase menunjukkan angka hampir 91 persen. Diuraikan, bulan Juli 71,35 persen, Agustus 74,24 persen, September 78 persen dan Oktober 90,65 persen. Total presentase 78,57 persen.
“Di semester kedua mulai merangkak naik, jika dilihat dari kondisi BOR okupansi sudah tidak sehat. Karena kebanyakan orang yang dirawat, seperti di Oktober, mencapai 90,65 persen, kondisi maksimal 85 persen. Satu sisi memang ini pendapatan rumah sakit, tapi di sisi lain pasien yang berkunjung ke tempat berobat menjadi tidak nyaman,” terangnya.
Untuk mengatasi kondisi kelebihan kapasitas (okupansi) ini sekaligus memenuhi persyaratan agar RSUD Taman Husada dapat naik status menjadi tipe Madya, pembangunan Gedung C dianggap menjadi solusi terbaik.
Gedung C ini direncanakan akan dibangun di samping Gedung B, tepatnya di turunan yang mengarah ke jalan keluar rumah sakit. Saat ini, persiapan pembangunan sudah mencapai tahap desain.
“Gambarnya (desain) sudah selesai, bahkan untuk membuat gambar baru saja memerlukan waktu enam bulan,” ungkap Suhardi.






