Tak Ada Lagi Baju Kebesaran, Yusuf Nilai Pengadaan Seragam Gratis Makin Matang

Anggota DPRD Kota Bontang, M. Yusuf. (AksaraKaltim)

AksaraKaltim – Anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, M. Yusuf, memastikan bahwa penyaluran program perlengkapan sekolah gratis akan rampung tepat waktu. Berdasarkan koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, seluruh bantuan dipastikan sudah tersalurkan sebelum hari pertama masuk sekolah pada tahun ajaran baru.

Program perlengkapan sekolah gratis ini merupakan salah satu program unggulan dari pasangan Neni Moerniaeni dan Agus Haris. Bantuan yang diberikan mencakup tas, seragam sekolah, baju, serta kelengkapan penunjang belajar lainnya untuk siswa tingkat SD dan SMP di seluruh Kota Bontang.

“Informasi yang saya terima dari Disdikbud Kota Bontang memastikan bahwa pembagiannya dikebut sebelum masa pembelajaran tahun ajaran baru dimulai. Semuanya sudah harus disalurkan,” ujar M. Yusuf.

Politisi PKB tersebut menilai, tata kelola pengadaan perlengkapan sekolah gratis terus menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun.

Ia berkaca pada pelaksanaan di tahun 2025 lalu yang dinilai jauh lebih rapi, terstruktur, dan tepat sasaran dibandingkan periode-periode sebelumnya. Yusuf optimistis pelaksanaan tahun ini akan jauh lebih matang.

“Saya melihat pengadaan perlengkapan sekolah gratis tahun lalu sudah sangat baik, dan saya yakin di tahun ini juga pasti demikian. Meski kalau dikatakan sempurna 100 persen itu tidak mungkin, tapi ini sudah sangat mendekati,” tuturnya.

Ia kemudian membandingkan dengan dinamika pengadaan pada tahun 2023 dan 2024 silam. Kala itu, program ini sempat menuai kritik akibat masalah ukuran baju yang tidak proporsional dan perencanaan yang kurang matang.

“Bagus saya lihat tahun kemarin (2025), justru tidak ada lagi kasus baju anak SD berukuran kebesaran sampai bisa dipakai orang tuanya seperti kejadian di tahun 2023 dan 2024. Waktu itu perencanaan kurang matang, ditambah lagi pengadaannya di luar daerah dengan sistem pihak ketiga,” bebernya.

Yusuf memberikan apresiasi, atas langkah strategis pemerintah daerah untuk memberdayakan sektor UMKM dan perajin lokal dalam proses produksi seragam juga mendapat acungan jempol dari legislatif. Menurutnya, pelibatan penjahit lokal membawa dampak domino yang sangat positif, baik dari sisi ekonomi maupun kontrol kualitas.

“Kalau sekarang, semua pelajar mendapatkan bantuan itu. Ditambah lagi pengerjaannya memberdayakan penjahit lokal, sehingga dari sisi pengawasan saat proses produksi jauh lebih memudahkan kita untuk memonitor,” pungkas Yusuf. (Adv)