AksaraKaltim – Transformasi besar tengah berlangsung di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Bontang. Seiring dengan terbentuknya Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang baru, Lapas Bontang kini tengah memperkuat dua hal utama. Pertama ketahanan pangan dan pembinaan kemandirian.
“Langkah ini bukan sekadar rutinitas, melainkan misi strategis untuk mencetak narapidana yang produktif sekaligus memutus rantai residivis di Bontang,” terang Kalapas Bontang melalui Kasi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik, Riza Mardani.
Tantangan Pasca-Bebas
Masalah klasik yang dihadapi mantan WBP adalah stigma negatif dan sulitnya mendapat pekerjaan, yang seringkali menjadi pemicu mereka kembali melakukan tindak kriminal (residivis). Untuk menjawab keresahan ini, Lapas Bontang fokus pada program pembinaan kemandirian.
Salah satu bukti nyata keberhasilan pembinaan ini adalah keterlibatan warga binaan dalam mempercantik fasilitas publik melalui karya mural. Namun, pihak Lapas menyadari bahwa bakat saja tidak cukup tanpa pengakuan formal.
Lapas Bontang juga berharap bisa bersinergi lebih erat dengan Pemkot Bontang dan para stakeholder. Tujuannya, memberikan pelatihan kerja yang menghasilkan sertifikat keahlian.
“Di dalam Lapas banyak usia produktif yang butuh pengarahan. Dengan keterbatasan sarana dan prasarana yang kami miliki, kolaborasi dengan Pemkot sangat krusial,” jelas pihak Lapas.
Diharapkan, dengan bekal keahlian yang bersertifikat dan dukungan program ketahanan pangan di dalam lapas, para warga binaan memiliki rasa percaya diri untuk kembali ke masyarakat.
“Tujuannya agar saat bebas nanti, mereka punya bekal nyata untuk bekerja dan tidak lagi mengulangi perbuatannya,” pungkasnya.
Sebelumnya, hingga penghujung tahun 2025, tercatat Lapas Bontang telah melampaui kapasitas normal hingga mencapai 464 persen.
Berdasarkan data terbaru, total warga binaan di Lapas Bontang berjumlah 1.746 orang. Rinciannya, sebanyak 1.680 orang berstatus narapidana dan 66 orang lainnya masih berstatus tahanan. Angka ini melebihi daya tampung ideal lapas yang sebenarnya hanya diperuntukkan bagi 376 orang.






