Tetap Bisa Sekolah Sambil Kerja, SPNF SKB Bontang Siapkan Kelas Mandiri Malam Hari

PLT Kepala SPNF SKB Bontang, Kahirul Saleh. (Aksara Kaltim)

AksaraKaltim – Pandangan masyarakat mengenai sekolah non-formal atau sekolah paket yang dianggap hanya sekadar “ujian persamaan” kini resmi berubah.

Seiring perkembangan regulasi, Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Bontang kini menerapkan sistem pembelajaran yang setara dengan sekolah formal.

PLT Kepala SPNF SKB Bontang, Khairul Saleh, menjelaskan bahwa saat ini tidak ada lagi istilah daftar langsung ujian. Peserta didik wajib mengikuti masa pendidikan sesuai jenjangnya. Paket A ditempuh selama enam tahun (setara SD), serta Paket B dan Paket C masing-masing selama tiga tahun (setara SMP dan SMA).

“Regulasi telah berubah ke arah yang lebih baik. Sekarang sistem pembelajarannya sama dengan sekolah formal, bukan lagi sekadar ujian dalam hitungan minggu,” tegasnya.

Untuk mengakomodasi kebutuhan warga, SPNF SKB Bontang membagi skema belajar menjadi dua kategori, kelas reguler dan kelas mandiri. Pembagian ini didasarkan pada usia dan status peserta didik.

Siswa yang berusia di bawah 24 tahun dan belum bekerja dikelompokkan dalam Kelas Reguler. Sebaliknya, Kelas Mandiri diperuntukkan bagi peserta didik yang sudah bekerja atau berusia di atas 24 tahun.

“Jika ada yang di bawah 24 tahun tapi sudah bekerja, kami masukkan ke kelas mandiri. Tujuannya agar pekerjaan mereka tidak terganggu, karena jadwal pembelajarannya juga dilakukan pada malam hari,” tambah Khairul.

Meskipun wajib mengikuti proses pendidikan, durasi pertemuan tetap disesuaikan. Untuk Kelas Reguler, pembelajaran dilakukan setiap Senin hingga Rabu pada siang hari dengan durasi 3 sampai 4 jam per pertemuan.
Sementara itu, Kelas Mandiri menerapkan sistem yang lebih ringkas namun tetap terstruktur dengan pola empat minggu dalam satu semester.

Pekan pertama tatap muka untuk penjelasan materi, pekan kedua pemberian materi dan tugas secara daring (online), pekan ketiga tindak lanjut dan sesi konsultasi jika ada tugas yang belum dipahami. Pekan terakhir pembekalan intensif sebelum memasuki Ujian Akhir Semester (UAS).

Khairul juga menekankan, bagi lulusan sekolah paket yang usianya masih mencukupi untuk masuk ke sekolah formal, pihaknya akan tetap mendorong dan mengarahkan mereka untuk melanjutkan ke sekolah formal yang ada di Bontang.

“Bagaimana pun sekolah formal pembelajarannya lebih bervariasi dan waktunya lebih panjang. Kami ingin memastikan mereka mendapatkan kualitas pendidikan yang optimal sesuai kondisi masing-masing,” pungkasnya. (Adv)