AksaraKaltim – TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke-128 kembali hadir di Kota Bontang dan secara resmi dimulai, Rabu (22/4/2026).
Dengan mengusung tema “Satukan Langkah, Membangun Negeri Dari Desa”
Dimulainya kegiatan tersebut ditandai dengan upacara pembukaan yang berlangsung di sebuah tanah lapang yang ada di Jalan Dewi Sartika, RT17 Bontang Kuala.
Kodim 0908/Bontang menarget tiga sasaran utama, pada kegiatan TMMD tahun ini. Seperti melakukan pembangunan badan jalan sepanjang 292 meter, penimbunan tanah urug dan semenisasi jalan dengan panjang 453 meter. Dengan lebar masing-masing empat meter. Ber lokasi di Jalan Kerikil 7, Kelurahan Bontang Kuala.
Sementara untuk sasaran tambahan berupa, pembangunan jembatan satu unit, pengecatan masjid Al Anshor di kampung Nyerakat Kiri, penanaman pohon mangrove 1.000 pohon, pembersihan lokasi TMMD, renovasi empat unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kelurahan Loktuan dan Guntung, masing-masing dua rumah tiap kelurahan dan pembuatan sumur bor dan Mandi Cuci Kakus (MCK) masing-masing lima unit.
Terakhir, kegiatan non fisik berupa penyuluhan seperti bela negara dan wawasan kebangsaan, posyandu dan Penyakit Tidak Menular (PTM), pertanian, peternakan dan perikanan, bahaya soal judi online dan narkoba, bencana alam dan kebakaran serta penyuluhan rekrutmen TNI. Kemudian ceramah agama beserta pemberian bantuan sosial.
Menariknya, di TMMD tahun ini turut diramaikan pertandingan basket dan volly yang bakal diselenggarakan di Kodim 0908/Bontang, serta lomba karya jurnalistik.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengatakan dalam sambutannya, kegiatan TMMD merupakan bukti nyata kekuatan kemanunggalan antara TNI dan rakyat. Dimana sejarah telah mencatat bahwa kebersamaan adalah kunci utama dalam keberhasilan pembangunan bangsa.
“Melalui TMMD ke-128 ini, kita kembali menyatukan langkah untuk membangun negeri mulai dari tingkat kelurahan, dengan semangat gotong royong sebagai ruh utamanya,” jelasnya.

Dandim 0908/Bontang, Letkol Inf Ardiansyah menjelaskan optimis seluruh kegiatan bisa rampung dalam waktu satu bulan. Khususnya pengerjaan tiga sasaran utama pada TMMD ke-128 tahun 2026.
Alasan Jalan Kerikil 7 dipilih menjadi sasaran utama, karena lokasi tersebut sering terjadi banjir rob atau pasang air laut. Ditambah badan jalan juga masih berupa tanah dan belum tersentuh semenisasi jalan.
“Optimis semua bisa rampung tepat waktu, meski tantangan utama adalah banjir rob. Sehingga pengerjaan pondasi awal akan dimaksimalkan saat kondisi air surut, walaupun malam hari harus berkerja, akan tetap kami laksanakan,” jelasnya.
Untuk pengerjaan sasaran utama, dilakukan prajurit TNI-Polri serta melibatkan masyarakat Bontang. Dengan total 150 orang.
Turut hadir dalam pembukaan kegiatan, Ketua DPRD Bontang, Waka Polres Bontang, unsur Forkopimda dan tamu undangan lainnya.






