AksaraKaltim – RSUD Taman Husada Bontang telah memiliki Perawat Mahir Dialisis yang telah menjalani pelatihan dan sertifikasi resmi sesuai standar nasional.
Untuk informasi, Perawat Mahir Dialisis adalah perawat yang telah mendapatkan pelatihan dan kompetensi khusus untuk memberikan asuhan keperawatan kepada pasien yang menjalani dialisis, baik hemodialisis maupun dialisis peritoneal
Hal ini sebagai bentuk komitmen RSUD Taman Husada Bontang dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan, khusus bagi pasien gagal ginjal yang memerlukan terapi hemodialisis (cuci darah).
Dokter Supervisor Pernefri Korwil Kaltim, dr Astried Indrasari mengatakan bahwa perawat yang sebelumnya memiliki kompetensi dasar keperawatan ini telah mendapatkan pelatihan khusus dialisis untuk memperkuat pengetahuan dan keterampilan dalam menangani pasien dengan penyakit ginjal kronis.
Melalui pelatihan tersebut, mereka kini berstatus sebagai Perawat Mahir Dialisis yang kompeten, profesional, dan siap memberikan pelayanan yang aman serta berkualitas tinggi bagi masyarakat Bontang.
“Tujuannya jelas, agar pelayanan pasien-pasien gagal ginjal di RSUD Bontang semakin baik. Dengan adanya perawat yang tersertifikasi mahir dialisis, kualitas pelayanan akan meningkat dan pasien bisa mendapatkan penanganan sesuai standar nasional,” ujarnya saat ditemui belum lama ini.
Pelatihan dan proses sertifikasi perawat dialisis ini dilaksanakan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia tentang Penyelenggaraan Pelayanan Dialisis, serta mengacu pada Pedoman Pelayanan Dialisis Tahun 2024yang disusun oleh Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Pernefri).
Pedoman tersebut telah diselaraskan dengan kebijakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan menjadi acuan utama bagi seluruh fasilitas kesehatan di Indonesia yang memiliki layanan hemodialisis.
Kalau untuk di tahap awal pendirian unit hemodialisis di RSUD Bontang, kegiatan ini juga mendapat pendampingan dan pengawasan dari berbagai pihak, termasuk Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi dan Kota Bontang, serta unsur organisasi profesi yang bersama-sama memastikan bahwa standar pelayanan tetap dijalankan sebagaimana mestinya.
“Kolaborasi lintas sektor ini penting untuk menjaga mutu layanan dialisis agar sesuai dengan pedoman nasional. Kami ingin memastikan bahwa setiap pasien yang datang mendapatkan pelayanan terbaik, aman, dan sesuai standar,” tambahnya.
Dengan adanya tenaga Perawat Mahir Dialisis di RSUD Bontang, diharapkan masyarakat Bontang dan sekitarnya kini dapat menikmati layanan hemodialisis yang semakin berkualitas tanpa harus berobat ke luar daerah.
“Ini menjadi bukti nyata komitmen RSUD Bontang dalam menghadirkan layanan kesehatan unggulan bagi seluruh lapisan masyarakat,” tukasnya.






