Kaltim  

Luruskan Isu Stok BBM Habis di Kalimantan pada Hari ke-21, Berikut Penjelasan Pertamina Patra Niaga

Ilustrasi stok BBM di Kalimantan dijamin aman. (AI Gemini).

AksaraKaltim – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Kalimantan, khususnya di Kota Balikpapan, dalam kondisi aman. Masyarakat diimbau tidak panik ataupun khawatir terhadap isu yang menyebutkan stok BBM hanya bertahan selama 20 hari dan habis setelah hari ke-21.

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga, Edi Mangun, menegaskan bahwa pengelolaan stok BBM di seluruh depot mengacu pada standar ketahanan stok nasional yang telah ditetapkan.

Menurutnya, ketahanan stok nasional mengharuskan setiap depot Pertamina memiliki cadangan BBM minimal untuk 20 hari ke depan. Namun, angka tersebut bukan berarti pasokan akan habis setelah hari ke-20.

BACA JUGA:  Benarkah Pertalite Bakal Dihapus Tahun Ini, Berganti Pertamax Green 92?

“Perlu kami jelaskan bahwa angka 20 hari itu adalah standar ketahanan stok. Artinya, cadangan BBM yang tersedia di depot cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga beberapa hari ke depan, dan bukan berarti di hari ke-21 BBM akan kosong,” ujarnya melansir dari Prokal.co.

Ia menjelaskan bahwa distribusi BBM di wilayah Kalimantan berjalan secara berkelanjutan. Hal ini ditopang oleh kedatangan kapal tanker yang secara rutin memasok BBM ke depot-depot yang sebagian besar berada di wilayah pesisir dan pinggir sungai.

BACA JUGA:  Kilang Minyak Terbesar Indonesia di Balikpapan Siap Beroperasi 17 November

“Di Kalimantan, hampir setiap dua sampai tiga hari kapal tanker datang membawa pasokan BBM. Tujuannya untuk menjaga volume BBM di tangki-tangki depot tetap stabil sesuai standar ketahanan stok nasional,” jelasnya.

Pertamina juga memastikan tidak ada pengurangan kuota BBM, baik untuk jenis subsidi maupun non-subsidi. Penyaluran BBM subsidi tetap mengikuti ketentuan pemerintah melalui Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). “Untuk BBM subsidi, penyaluran masih sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan pemerintah. Begitu juga dengan BBM non-subsidi, stok kami tetap tersedia dan tidak ada pengurangan,” katanya.

BACA JUGA:  Per September Penyaluran Pertalite dan Solar untuk Bontang Tembus Segini

Edi menambahkan, Pertamina mengimbau masyarakat agar tetap melakukan pengisian BBM secara normal sesuai kebutuhan, serta tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipastikan kebenarannya. “Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Pertamina berkomitmen menjaga ketahanan stok BBM di Kalimantan agar tetap aman dan distribusi berjalan lancar,” pungkasnya.