Terapkan Program Sekolah Bebas Sampah, SMPN 1 Bontang Ubah Pola Pikir 850 Pelajar

Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Kota Bontang Ariyanto. (Istimewa)

AksaraKaltim – Sekolah bebas sampah menjadi salah satu program andalan SMP Negeri 1 Bontang untuk menjaga kebersihan dan keasrian sekolah.

Program sekolah bebas sampah sudah berjalan tiga tahun, tepatnya mulai diterapkan pada tahun 2023 silam. Program ini sukses menekan tumpukan sampah di lingkungan SMP Negeri 1 Bontang sampai sekarang.

Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Kota Bontang, Riyanto menyatakan bahwa program ini membawa dampak yang signifikan dan efektif terhadap kebersihan area sekolah. Dengan jumlah total 850 siswa, potensi tumpukan sampah setiap harinya tergolong sangat tinggi jika tidak dikelola dengan sistem yang tepat.

“Alhamdulillah, dari program ini kami bisa menekan volume sampah secara luar biasa. Bayangkan jika 850 siswa tidak mengelola sampahnya sendiri, sekolah pasti akan sangat kotor,” ujarnya.

Dijelaskan, untuk penekanan dalam program sekolah bebas sampah, dimana peserta didik diwajibkan bertanggung jawab atas sampah yang mereka hasilkan sendiri selama berada di lingkungan sekolah.

Nantinya, sampah yang dihasilkan siswa dikumpulkan secara mandiri. Saat jam pulang sekolah, pelajar membawa sampah masing-masing untuk dikumpulkan di titik yang telah ditentukan, yakni di area gapura sekolah.

“Tujuannya, memastikan tidak ada sampah yang tertinggal di laci meja, kelas, maupun lorong sekolah,” terangnya.

Meski kini telah berjalan lancar, Ariyanto mengaku, mengubah pola pikir siswa bukan perkara mudah pada awalnya. Mengubah kebiasaan membuang sampah sembarangan menjadi budaya bertanggung jawab memerlukan proses panjang.

“Jadi, anak-anak kini sudah terbiasa membuang sampah pada tempatnya dan bertanggung jawab pada limbah sendiri. Awalnya memang sulit, tapi sekarang sudah menjadi kebiasaan sehari-hari,” paparnya. (Adv)