Jelang Purna Tugas, Riyanto Titip Harapan Besar bagi Penerus SMPN 1 Bontang

Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Bontang, Riyanto. (Aksara Kaltim)

AksaraKaltim – Menjelang masa purna tugasnya, Riyanto merefleksikan perjalanan panjang pengabdiannya di dunia pendidikan Kota Bontang.

Di saat yang sama, ia menyoroti tantangan besar yang dihadapi SMP Negeri 1 terkait potensi kekurangan tenaga pendidik yang cukup signifikan tahun ini.

Riyanto memulai kariernya sebagai guru pada tahun 2000. Enam tahun kemudian, berkat dedikasinya membawa ia dipercaya menjabat  sebagai Kepala SMK Muhammadiyah, tepatnya Juni 2006 silam. Setelah itu dia dimutasi dan menjabat sebagai Kepala Sekolah di SMP Negeri 6 Bontang Lestari pada Juli 2014. Tiga tahun berselang, tepatnya November 2017, ia dipercaya memimpin Kepala SMP Negeri 1 Bontang dan mengabdi di sana hingga saat ini.

Meski segera memasuki masa pensiun, Riyanto tetap optimis dengan masa depan sekolah yang dicintainya tersebut. Ia meyakini dengan sumber daya manusia yang ada, SMPN 1 akan terus maju.

“Harapan saya SMPN 1 ke depan akan lebih maju dan berprestasi sesuai slogan kami ‘Spansa Juara’. Dengan sumber daya manusia yang kami miliki, saya yakin pasti bisa. Satu hal yang selalu kami tekankan adalah jaminan mutu melalui pelayanan prima kepada anak didik,” ujar Riyanto.

Tantangan nyata yang kini dihadapi adalah kekosongan posisi tenaga pendidik. Dirincikan, pada tahun 2025 terdapat satu guru pensiun dan satu meninggal dunia. Tahun 2026 ini, beban tersebut bertambah dengan rencana pensiun enam guru, satu kepala sekolah termasuk dirinya sendiri, dan satu tenaga kebersihan.

Sebagai langkah cepat, pihak sekolah telah berkoordinasi dengan Kasi Ketenagaan Pendidik Disdikbud Bontang. Solusi jangka pendek yang diambil adalah optimalisasi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Sesuai aturan, 20 persen dana BOS boleh digunakan untuk pengupahan tenaga pendidik jika memang diperlukan rekrutmen baru. Ini akan kami gunakan sementara untuk mencari guru pengganti agar tidak ada kekosongan di kelas,” jelasnya.

Dikonfirmasi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, memberikan kabar baik soal ancaman krisis guru  di Kota Bontang mulai menemui titik terang.

Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, mengungkapkan rencana besar untuk merekrut 127 guru pengganti yang diprioritaskan bagi warga ber-KTP Bontang.

Rekrutmen tersebut direncanakan berjalan dalam dua tahap, yakni pada tahun 2026 dan 2027. Saat ini, pihaknya tengah melakukan koordinasi intensif dengan BKPSDM Bontang sembari menunggu persetujuan teknis dari BKN RI.

“Jadi 127 itu ada yang di 2026 dan ada juga di 2027. Skenarionya seperti itu. Waktu pastinya kami masih menunggu arahan BKPSDM,” terang Abdu Safa, Rabu (15/4/2026). (Adv)