AksaraKaltim – Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya memutuskan untuk menanggung secara pribadi seluruh biaya pembelian perabotan mewah di rumah jabatannya usai mendapatkan gelombang protes dari masyarakat luas.
“Sebagai wujud komitmen dan tanggung jawab, seluruh item renovasi yang di luar fungsi kedinasan seperti kursi pijat serta akuarium air laut, saya tanggung secara pribadi,” kata Gubernur Rudy Mas’ud di Kota Samarinda diberitakan Antara, Senin.
Dia mengakui bahwa meskipun perencanaan proyek renovasi senilai Rp25 miliar tersebut sudah disusun sejak sebelum dirinya menjabat, beban tanggung jawab moral tetaplah berada di pundaknya sebagai kepala daerah saat ini.
Sebagai wujud transparansi anggaran ke depan, ia menegaskan seluruh perincian item proyek perbaikan fasilitas di kediaman dinas tersebut akan segera dievaluasi dan diaudit ulang secara terbuka agar tidak membebani uang negara.
“Peruntukan anggaran fasilitas bagi pimpinan daerah pada masa mendatang akan dirancang jauh lebih sederhana agar sepenuhnya dapat berpihak pada kebutuhan mendesak masyarakat lokal,” katanya.
Selain menyoroti masalah infrastruktur, Rudy turut memberhentikan anggota keluarganya dari jabatan struktural di pemerintah provinsi termasuk posisi Hijrah Mas’ud sebagai Wakil Ketua Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan, hari ini.
Dalam kesempatan yang sama, orang nomor satu di Kaltim tersebut juga menyampaikan permohonan maaf terbuka atas pernyataan kontroversialnya baru-baru ini yang sempat dikaitkan dengan pimpinan nasional hingga memicu salah tafsir.
Gubernur Rudy berjanji untuk jauh lebih berhati-hati dalam bertutur kata, bekerja lebih teliti, serta terus meningkatkan kepekaan sosial dalam memprioritaskan kesejahteraan warga provinsi ujung timur pulau Kalimantan tersebut.






