AksaraKaltim – Bantuan logistik untuk mendukung rencana aksi demonstrasi pada 21 April 2026 di Kota Samarinda terus berdatangan. Bantuan tersebut berasal dari berbagai lapisan masyarakat yang menunjukkan solidaritas terhadap gerakan yang akan digelar di Kantor DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kantor Gubernur Kaltim.
Melansir detikKalimantan, Kamis (16/4/2026) salah satu relawan Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur, Irma Suryani, mengatakan bantuan disalurkan melalui posko yang telah didirikan di beberapa titik.
“Bantuan dari masyarakat, ada yang dari Tenggarong, ada juga dari Balikpapan. Bentuknya macam-macam, mulai dari minuman, makanan ringan, nasi bungkus, sampai uang tunai,” ujar Irma saat diwawancarai detikKalimantan, Rabu (15/4/2026).
Irma menyebut bantuan makanan terus mengalir setiap hari untuk memenuhi kebutuhan massa di posko. Bahkan, menurutnya, stok air minum dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga ribuan orang.
“Kalau air minum itu luar biasa banyak. Untuk sekitar 1.000 orang masih cukup dari yang ada di posko,” jelasnya.
Selain logistik berupa makanan dan minuman, bantuan uang tunai juga terkumpul dari masyarakat. Meski belum dihitung secara rinci, Irma memperkirakan jumlah donasi yang terkumpul telah mencapai puluhan juta rupiah.
“Terakhir yang tercatat sekitar Rp20 juta itu yang diterima lewat QRIS, tapi itu belum dicek lagi keseluruhannya yang bantuan tunainya,” katanya.
Menariknya, bantuan tidak hanya datang dari kalangan mampu, tetapi juga dari masyarakat kecil. Irma mengungkapkan ada pemulung hingga anak-anak sekolah dasar yang ikut menyumbang. Ia memperkirakan jumlah warga yang telah berkontribusi mencapai lebih dari 100 orang, dengan jumlah bantuan yang bervariasi.
“Ada pemulung yang kasih Rp 20 ribu, bahkan ada yang Rp 5 ribu. Anak SD juga ada yang nyumbang Rp 1.000. Ibu-ibu pedagang juga ikut bantu semampunya. Mungkin lebih dari 100 orang yang bantu. Ada yang kasih satu dus, ada juga yang sampai puluhan. Bahkan ada yang bawa hasil kebun seperti singkong dan pisang,” tambahnya.
Saat ini, terdapat dua posko utama yang menampung logistik, yakni di kawasan Lembuswana dan Jalan S Parman. Relawan juga berencana menambah titik posko baru apabila bantuan terus mengalir.
Terkait jumlah massa aksi, Irma belum dapat memastikan. Namun, berdasarkan informasi dari kelompok mahasiswa, jumlah peserta diperkirakan mencapai ribuan orang.
“Dari mahasiswa saja katanya sekitar seribuan, jadi kemungkinan totalnya bisa ribuan,” ujarnya.
Diketahui, aksi unjuk rasa tersebut rencananya akan diikuti sekitar 50 organisasi kemasyarakatan (ormas) bersama aliansi mahasiswa dan masyarakat. Aksi ini digelar sebagai bentuk respons terhadap sejumlah kebijakan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud.






