AksaraKaltim – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Balikpapan mendeteksi sebanyak 18.402 titik panas yang tersebar di kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), sehingga setiap lapisan masyarakat diimbau waspada guna mengurangi kebakaran di musim kemarau panjang.
“Jumlah ini mengalami peningkatan ketimbang musim kemarau serupa pada Agustus 2015 lalu yang sebanyak 9.793 titik. Jumlahnya lebih banyak karena fenomena El Nino tahun ini lebih kering,” ujar Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan Huda Abshor Mukhsinin seperti diberitakan Antara, Rabu.
Secara berkala dalam hitungan jam setiap hari, lanjutnya, BMKG langsung memberikan informasi dan peringatan dini secepat mungkin kepada instansi terkait saat ditemukan titik panas.
Informasi tersebut antara lain disampaikan kepada Badan penanggulangan Bencana, Dinas Pemadam Kebakaran, dan lainnya tentang adanya titik panas, lengkap dengan tingkat kepercayaan berikut titik koordinat.
Dari informasi tersebut, kemudian pihak berwenang melakukan pengecekan. Jika dalam titik panas tersebut terbukti adanya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), maka tim bentukan pemerintah daerah bersama relawan langsung melakukan penanganan.
Ia mengatakan pemerintah melakukan edukasi dan mitigasi tentang pencegahan karhutla hingga penanganan kejadian bersama dengan pihak terkait dan unsur masyarakat, harus terus dilakukan.
Untuk edukasi dan pendekatan, adalah ajakan tidak melakukan pembakaran saat membuka lahan baik pertanian maupun perkebunan, karena pembakaran berpotensi membakar lahan lain saat terjadi angin kencang.
Aktivitas lain seperti membakar sampah hingga pekerjaan perkebunan atau yang sedang kerja di hutan saat merokok agar tidak membuang puntung rokok yang masih membara, karena hal ini bisa membakar daun kering dan berpotensi memicu karhutla.
“Ajakan ini harus terus menerus dilakukan hingga beberapa bulan ke depan, karena puncak El Nino lebih kering di Kaltim diperkirakan terjadi pada September hingga Oktober, sehingga kemungkinan titik panas pun akan meningkat,” ujarnya.
Sedangkan khusus pada Selasa (1/9) mulai pukul 01.00 hingga pukul 24.00 Wita, jumlah titik panas di Kaltim mencapai 1.134 titik, tersebar di Balikpapan 1 titik, Samarinda 5 titik, Berau: 604 titik.
“Kabupaten Kutai Timur terdeteksi 117 titik, Kutai Kartanegara (83), Kutai Barat (58), Mahakam Ulu (9), Kabupaten Paser (232), dan di Penajam Paser Utara terdeteksi 25 titik panas,” kata Huda.






