AksaraKaltim – Upaya penguatan literasi di Kota Bontang masih menghadapi kendala, akibat keterbatasan koleksi buku dan belum meratanya fasilitas perpustakaan.
Kondisi ini dinilai menghambat peningkatan minat baca masyarakat secara menyeluruh.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Bontang, Retno Febriaryanti, menyebutkan bahwa masih banyak perpustakaan di berbagai tingkatan yang belum memenuhi standar nasional.
Baik di lingkungan sekolah, kelurahan, hingga masyarakat umum, kualitas layanan masih belum merata.
Ketimpangan tersebut berdampak langsung pada akses masyarakat terhadap bahan bacaan.
“Tidak semua wilayah memiliki fasilitas perpustakaan yang memadai untuk menunjang kebutuhan literasi,” ujarnya, belum lama ini.
Selain persoalan fasilitas, jumlah koleksi buku juga menjadi perhatian DPK Bontang. Saat ini, DPK Bontang memiliki 7.192 judul dengan 7.275 eksemplar. Angka ini dinilai masih jauh dari ideal.
Retno juga menjelaskan, bahwa keterbatasan juga terlihat dari variasi koleksi yang belum lengkap. Buku referensi, bacaan populer, hingga koleksi digital masih perlu ditambah untuk menjawab kebutuhan pembaca dari berbagai kalangan.
Kebutuhan akan bahan bacaan ramah anak dan penyandang disabilitas juga menjadi fokus yang belum terpenuhi secara optimal.
”Hal ini menjadi penting agar layanan perpustakaan lebih inklusif,” timpalnya
Tak hanya itu, menurut Retno peningkatan koleksi buku harus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan agar mampu memenuhi standar sekaligus mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat.
Untuk itu, DPK Bontang terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak guna mempercepat pemenuhan fasilitas dan koleksi.
“Sehingga layanan perpustakaan ke depan dapat lebih merata dan berkualitas,” tutupnya.






