AksaraKaltim – Kunjungan masyarakat ke layanan perpustakaan di Kota Bontang semakin meningkat. Tidak hanya mengandalkan kunjungan fisik, saluran terintegrasi dan digital justru menjadi penyumbang terbesar dalam peningkatan akses literasi sepanjang awal 2026.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Bontang mencatat total kunjungan mulai Januari – Maret 2026 mencapai 26.296 kunjungan. Angka ini menunjukkan tren pertumbuhan yang cukup signifikan dibanding periode sebelumnya.
Kepala DPK Bontang, Retno Febriaryanti, mengungkapkan bahwa tingginya angka kunjungan dipengaruhi oleh semakin beragamnya layanan yang dapat diakses masyarakat.
Seperti, Layanan di Mall Pelayanan Publik (MPP) menjadi kontributor terbesar dengan 10.739 kunjungan. Disusul layanan perpustakaan harian yang mencatat 9.708 pengunjung.
Sementara itu, perpustakaan keliling tetap menjadi andalan dalam menjangkau masyarakat di berbagai wilayah dengan total 2.006 kunjungan.
Di sisi digital, platform i-Bontang memang masih terbatas dengan 14 kunjungan harian, namun interaksi melalui media sosial menunjukkan perkembangan cukup pesat.
Kunjungan melalui Instagram mencapai 3.723, sedangkan Facebook tercatat 106 kunjungan. Hal ini memperlihatkan peran media sosial dalam memperluas jangkauan literasi.
“Integrasi layanan membuat masyarakat semakin mudah mengakses perpustakaan, baik secara langsung maupun digital,” ujar Retno, Senin (4/5/2026).
DPK Bontang menilai tren ini sebagai sinyal positif dan akan terus memperkuat inovasi layanan agar budaya literasi semakin melekat di tengah masyarakat.
“Harapannya semoga budaya literasi semakin menjadi kebutuhan masyarakat sebagai identitas nasional,* tutupnya.






