AksaraKaltim – Pemanfaatan buku bekas sebagai strategi memperluas akses literasi terus dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Bontang. Gerakan donasi buku dari masyarakat ini sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan buku yang sudah tidak lagi digunakan.
Kepala Bidang Perpustakaan (Kabid), Indra Nopika Wijaya mengatakan, saat ini masih banyak buku yang sebenarnya layak dibaca, namun tidak lagi dimanfaatkan oleh pemiliknya setelah dibaca beberapa kali, terutama buku jenis novel yang cenderung cepat ditinggalkan karena menimbulkan kejenuhan setelah dua hingga tiga kali dibaca.
“Kadang baru sekali dibaca sudah bosan, kan sayang,” ujarnya, Selasa (28/4/2026) lalu.
Kondisi tersebut mendorong DPK untuk mengajak masyarakat menyumbangkan buku yang tidak terpakai agar dapat didistribusikan kembali kepada pihak yang membutuhkan, sehingga buku tidak hanya tersimpan tanpa manfaat, tetapi mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat luas.
Melalui program bertajuk “dari masyarakat untuk masyarakat”, buku yang terkumpul tidak dimasukkan sebagai koleksi utama perpustakaan, melainkan langsung disalurkan ke berbagai instansi yang memiliki keterbatasan akses terhadap bahan bacaan.
Sejumlah instansi telah menjadi penerima manfaat program ini, seperti kepolisian, kejaksaan, lembaga pemasyarakatan, hingga kantor imigrasi, yang dinilai memiliki kebutuhan terhadap bahan bacaan untuk mendukung aktivitas internal maupun pelayanan publik.
“Distribusi buku ke instansi tersebut tidak hanya meningkatkan akses literasi, tetapi juga menjadi sarana membangun budaya membaca di lingkungan kerja yang selama ini belum sepenuhnya tersentuh program literasi,” timpalnya.
Langkah ini juga menjadi solusi praktis dalam mengatasi keterbatasan anggaran pengadaan buku. Dengan memanfaatkan partisipasi masyarakat sebagai sumber utama penyediaan bahan bacaan.
Indra menegaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada kesadaran masyarakat untuk berbagi, serta komitmen bersama dalam memanfaatkan buku sebagai sumber pengetahuan yang terus berputar di tengah masyarakat.
“Dengan pendekatan ini, kami optimistis bahwa gerakan donasi buku dapat menjadi salah satu pilar penting dalam memperkuat budaya literasi di Kota Bontang secara berkelanjutan,” tandasnya.






