AksaraKaltim – Tingkat akreditasi perpustakaan sekolah di Kota Bontang masih tergolong rendah.
Dari total yang ada, sekitar 70 persen belum memenuhi standar nasional, mendorong Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Bontang memperkuat kolaborasi lintas sektor.
Kepala DPK Bontang, Retno Febriaryanti, mengungkapkan bahwa saat ini baru sekitar 30 persen perpustakaan sekolah yang terakreditasi.
Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan serius dalam upaya peningkatan kualitas literasi.
“Masih ada 70 persen perpustakaan yang belum terakreditasi. Ini menjadi pekerjaan rumah besar yang harus kita selesaikan bersama,” ujarnya saat bimtek pengelolaan perpustakaan sekolahdi Gedung Mini Teater DPK Bontang, Selasa (5/5/2025).
Retno menjelaskan, bahwa persoalan ini tidak bisa ditangani secara parsial. Sinergi antara Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Asosiasi Tenaga Perpustakaan Sekolah Indonesia (ATPUSI) dan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bontang, menjadi langkah strategis agar percepatan akreditasi dapat berjalan optimal.
Ia juga menyoroti pentingnya keberadaan ATPUSI sebagai wadah yang dapat memperkuat koordinasi dan arah kebijakan peningkatan kualitas perpustakaan.
“Kami optimistis dengan adanya organisasi ini, upaya percepatan akreditasi bisa lebih terarah,” katanya.
Selain itu, keterbatasan sumber daya manusia menjadi kendala utama. Banyak tenaga perpustakaan yang masih merangkap tugas sehingga belum dapat bekerja secara maksimal.
“Kami berharap ke depan ada formasi pustakawan khusus agar pengelolaan lebih profesional,” tambahnya
Menanggapi hal itu Pemerintah Kota Bontang yang diwakili Staf Ahli Pembangunan, Kemasyarakatan, dan SDM (PKSDM), Lukman menegaskan bahwa perpustakaan memang memiliki peran penting dalam membangun sumber daya manusia.
Perpustakaan tidak lagi sekadar tempat membaca, tetapi juga pusat pembelajaran yang adaptif terhadap teknologi.
“Maka, melalui kegiatan bimtek yang dihadiri 103 peserta dari berbagai jenjang pendidikan, diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pengelola perpustakaan sekaligus percepatan akreditasi di Bontang,” terangnya.






