AksaraKaltim – Pemkot Bontang terus menunjukkan komitmen nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Salah satunya dengan menekan kasus stunting.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menilai tingginya angka stunting di kota industri seperti Bontang menjadi sebuah ironi yang harus segera diselesaikan bersama. Mengingat besarnya kemitraan dengan sektor swasta, ia menginstruksikan jajaran wilayah untuk memanfaatkan program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) perusahaan secara agresif.
“Ironis sekali Kota Bontang masih ada stunting. Padahal banyak perusahaan di sini. Ini kesempatan kita bersama-sama melakukan intervensi melalui TJSL,” tutur Neni Moerniaeni belum lama ini.
Neni menegaskan persoalan stunting tidak bisa hanya dibebankan kepada Dinas Kesehatan semata. Seluruh lurah diwajibkan untuk bergerak aktif bersama Ketua RT, kader Posyandu, dan seluruh elemen masyarakat guna memetakan detail lokasi serta kondisi anak stunting secara presisi (by name by address).
“Lurah harus tahu anak-anak stunting tinggal di mana. Ketua RT, kader, semua harus bergerak. Tidak bisa hanya diam,” tegasnya.
Secara khusus, Neni memberikan perhatian pada Kelurahan Guntung yang mencatat 83 balita stunting. Karena kawasannya berdekatan langsung dengan industri besar, sinergi dengan program CSR korporasi sekitar menjadi kunci utama akselerasi.
“Guntung dekat dengan perusahaan besar. Masa 83 anak tidak bisa diselesaikan? Tahun ini harus selesai,” katanya.
Langkah taktis ini didukung oleh tren positif penurunan stunting Kota Bontang pada periode sebelumnya. Pada tahun 2024, prevalensi stunting sempat menyentuh angka 20 persen, namun berhasil ditekan menjadi 17 persen sepanjang tahun 2025.
Bahkan berkat pemantauan intensif terhadap sekitar 6.000an lebih balita, angka tersebut sukses melandai hingga ke posisi 15,69 persen pada November 2025.
Saat ini tercatat masih ada total 1.489 balita stunting di Kota Bontang. Pemerintah optimis angka ini dapat segera dituntaskan mengingat sebarannya yang hanya berkisar puluhan hingga ratusan anak di tiap kelurahan. (Adv)






