Pemkot Bontang Bakal Lakukan Operasi Timbang Serentak Bulan Juni, Neni: Target Nol Kasus 2026

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. (Aksara Kaltim)

AksaraKaltim – Pemkot Bontang bakal kembali menggelar operasi timbang serentak bagi bayi dan anak se Kota Taman. Langkah ini diambil sebagai salah satu langkah intervensi pemerintah menekan kasus tengkes.

Rencananya kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada pertengahan Bulan Juni 2026 mendatang.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengatakan di tahun ini Pemkot Bontang bakal bekerja maksimal dalam menekan kasus stunting.

Dihimpun dari berbagai sumber, Presiden RI menargetkan angka stunting di 2029 berada di angka 14 persen. Daerah diharapkan dapat melakukan intervensi agar kasus tengkes berada di bawah kasus nasional.

“Jika bicara target, kalau bisa kosong kasus stunting di Bontang,” sebutnya belum lama ini ditemui.

Berbagai upaya pun dilakukan Pemkot Bontang agar bisa menekan kasus tersebut di tahun ini. Adapun langkah yang dilakukan, selain melakukan timbang serentak, ialah memberikan makanan bergizi gratis bagi ibu hamil dan anak-anak di Bontang melalui posyandu yang tersebar di 15 kelurahan.

“Saya harap intervensi yang luar biasa selama ini dilakukan bisa menekan stunting tahun ini. Disinilah posyandu berperan,” paparnya.

Neni mengungkap, penyebab stunting selain kurangnya makanan bergizi yang dikonsumsi ibu hamil dan anak. Kondisi kebersihan lingkungan turut menjadi salah satu faktor.

Ditambah lagi, jika ibu hamil berada pada usia masih belia atau belum cukup umur. Hal ini juga mempengaruhi kasus tengkes. Karena wanita hamil dengan usia dini dinilai belum siap secara fisik dan mental.

“Banyak hal penyebab stunting, salah satunya, kalau usia dini ketika dia hamil bisa jadi dia anemia dan anaknya pasti anemia juga,” ujarnya.

Untuk diketahui, kasus stunting di Bontang pada tahun 2024 silam berada di presentase 25 persen dan berhasil ditekan menjadi 17 pada 2025 lalu. Saat ini kasus stunting yang tercatat di Bontang sebanyak 1.489 anak. (Adv)