AksaraKaltim – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Bontang mendorong lahirnya budaya arsip sejak usia dini melalui gagasan pengembangan rekam jejak digital bagi pelajar. Program tersebut diharapkan menjadi langkah awal membangun kesadaran bahwa setiap perjalanan hidup memiliki nilai sejarah yang penting untuk didokumentasikan.
Kepala DPK Kota Bontang, Retno Febriaryanti, menjelaskan bahwa arsip tidak hanya berkaitan dengan dokumen pemerintahan, tetapi juga menjadi bagian dari memori kolektif masyarakat yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Menurutnya, berbagai catatan, dokumentasi, dan informasi yang tersimpan dengan baik akan menjadi sumber pembelajaran berharga tentang perjalanan pembangunan daerah, kebijakan pemerintah, hingga dinamika sosial masyarakat Kota Bontang.
“Dokumentasi yang baik akan menjadi warisan yang dapat dipelajari oleh anak cucu kita. Mereka bisa melihat bagaimana pembangunan dilakukan dan bagaimana anggaran digunakan untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya, Senin (8/6/2026) lalu.
Sementara itu, sebagai bentuk penguatan budaya arsip, DPK menyambut berbagai kegiatan edukasi kearsipan yang melibatkan anak-anak dan remaja.
Upaya itu disebut Retno penting untuk mengubah pandangan masyarakat yang selama ini menganggap arsip sebagai sesuatu yang rumit dan membosankan. Sehingga, melalui pendekatan yang kreatif dan dekat dengan generasi muda.
“Upaya ini akan membantu memperkenalkan dunia kearsipan secara lebih menarik dan mudah dipahami,” timpalnya.
Selain itu, Retno mengungkapkan bahwa pihaknya juga menggagas sistem dokumentasi pribadi bagi pelajar yang dikembangkan melalui kolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan berbagai pihak terkait. Melalui konsep tersebut, setiap anak diharapkan memiliki folder digital khusus yang memuat berbagai dokumen penting sejak usia sekolah.
Folder tersebut dapat berisi data pendidikan, sertifikat prestasi, hingga dokumentasi kegiatan yang pernah diikuti selama masa belajar.
“Konsep ini memungkinkan setiap anak memiliki satu folder khusus yang berisi berbagai dokumen penting, mulai dari data pendidikan, sertifikat prestasi, hingga dokumentasi kegiatan selama masa sekolah,” bebernya.
Ia menambahkan, kebiasaan menyimpan arsip sejak dini akan membantu generasi muda memiliki rekam jejak informasi yang lengkap ketika memasuki usia dewasa. Informasi tersebut dapat menjadi aset berharga yang bermanfaat bagi kehidupan mereka di masa mendatang.
“Kalau sejak kecil anak-anak sudah terbiasa menyimpan dokumentasi secara baik, mereka akan memiliki rekam jejak yang lengkap ketika dewasa. Ini bisa menjadi aset informasi yang sangat berharga,” tandasnya.






