Pajak Hiburan Bontang Baru Terkumpul 60,6 Persen, Bapenda Andalkan Potensi Wahana Permainan Anak

Wahana permainan anak menjadi salah satu pendapatan dari PJBT kesenian dan hiburan di Kota Bontang. (AksaraKaltim).

AksaraKaltim – Penerimaan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) sektor jasa kesenian dan hiburan di Kota Bontang masih belum mencapai target. Hingga September 2026, realisasi pajak hiburan baru menyentuh 60,6 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp3,5 miliar.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bontang Natalia Trisnawati mengatakan, capaian tersebut menunjukkan masih ada ruang yang harus dikejar pemerintah daerah untuk mengoptimalkan pendapatan dari sektor hiburan.

Berdasarkan data realisasi pajak daerah hingga Agustus 2026, penerimaan PBJT jasa kesenian dan hiburan tercatat sebesar Rp1,84 miliar atau 52,39 persen dari target Rp3,51 miliar. Angka tersebut kemudian mengalami peningkatan pada September, meski belum mampu menyentuh target yang ditetapkan.

BACA JUGA:  Beri Kenyamanan Wajib Pajak, Bapenda Bontang Susun SOP Pembetulan Pajak Daerah

“Untuk hiburan ini memang belum tercapai. Target Rp3,5 miliar, realisasi baru Rp2,1 miliar. Capaian sekitar 60,6 persen,” ungkap Natalia, Senin (14/9/2026).

Belum optimalnya penerimaan pajak hiburan menjadi perhatian Bapenda, mengingat sektor ini memiliki sejumlah objek pajak dengan potensi penerimaan yang cukup besar. Di antaranya tempat permainan anak, wahana hiburan keluarga, hingga usaha rekreasi yang mulai berkembang di Bontang.

Natalia menyebut, keberadaan sejumlah tempat hiburan baru turut memberikan tambahan penerimaan bagi kas daerah. Salah satunya Milky Verse yang beroperasi di Ramayana Bontang.

BACA JUGA:  Target Pajak MBLB Bontang Naik Jadi Rp250 Juta pada 2027, Bapenda Hadapi Tantangan Aktivitas Perusahaan

Kehadiran usaha tersebut mulai terlihat dalam catatan penerimaan pajak pada September. Meski baru beroperasi, kontribusinya dinilai cukup menjanjikan untuk mendukung peningkatan pendapatan sektor hiburan.

“Yang baru sudah masuk. Milky Verse di Ramayana, untuk September sudah Rp103 juta,” jelasnya.

Selain Milky Verse, Bapenda juga memantau kontribusi Happy Time yang beroperasi di Bontang City Mall (BCM). Kedua usaha tersebut menjadi bagian dari objek pajak hiburan yang berpotensi menopang penerimaan daerah.

BACA JUGA:  Realisasi Pajak Daerah Bontang Tembus 54,20 Persen, Retribusi Masih 46,16 Persen

Namun, Natalia mengakui, penerimaan dari sektor hiburan masih menghadapi tantangan. Fluktuasi aktivitas usaha turut memengaruhi besaran pajak yang masuk setiap bulannya.

Bapenda akan terus memantau perkembangan penerimaan dari masing-masing objek pajak agar potensi yang ada dapat dimaksimalkan. Terlebih, sektor hiburan memiliki peluang untuk tumbuh seiring bertambahnya pilihan rekreasi masyarakat.

Dengan sisa waktu tahun anggaran 2026, pemerintah daerah masih memiliki kesempatan untuk mendorong peningkatan penerimaan. Optimalisasi pengawasan dan kepatuhan wajib pajak menjadi bagian penting dalam mengejar target tersebut.

Deprecated: htmlspecialchars(): Passing null to parameter #1 ($string) of type string is deprecated in /home/u311674831/domains/aksarakaltim.id/public_html/wp-includes/formatting.php on line 4731