AksaraKaltim – Sebanyak 111 kasus kebakaran terjadi di Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim), sejak Januari hingga September 2026. Kasus tersebut tersebar di empat wilayah Bontang, Kamis (8/10/2026).
Data dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang, angka kasus kebakaran terbanyak ada di dua wilayah.
Pertama di Kelurahan Bontang Lestari dengan 39 kejadian. Disusul wilayah perbatasan Kutim dengan 14 kasus. Kemudian, disusul delapan kejadian di Kelurahan Loktuan dan Bontang Baru dan lainnya.
Kemudian, untuk jenis kebakaran yang ditangani Disdamkartan antara lain, kebakaran rumah, gedung, instalasi listrik, pos kamling, kebakaran tumpukan sampah, kebakaran meteran listrik, kebakaran penampungan barang bekas, kebakaran sepeda motor, kompor, lahan serta lainnya.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang, Amiluddin mengatakan penyebab kebakaran sering terjadi karena pembakaran lahan dan gesekan ranting pohon.
“Kebakaran di Bontang karena pembakaran lahan, ada juga gesekan ranting pohon,” ucap Amiluddin.
Amiluddin menjelaskan bahwa Disdamkartan sudah melakukan pemetaan wilayah yang rentan terjadi kebakaran, seperti Bontang Kuala dan daerah pesisir lainnya.
“Kami sudah melakukan pemetaan wilayah yang padat permukiman, khususnya Bontang Kuala dan daerah pesisir,” ucap Amiluddin.
Di akhir, selama ini dalam penanganan kebakaran, mereka tidak mengalami berarti. Menurutnya, tantangan di lapangan itu bukan kendala melainkan tugas dan kewajibannya.
“Kendala tidak ada itu merupakan tugas dan kewajiban kami,” ungkapnya.
Ia pun juga menghimbau kepada warga betapa pentingnya penanggulangan awal terjadinya kebakaran, dan akan selalu melakukan sosialisasi terkait hal tersebut.
“Kami akan selalu melakukan sosialisasi ke warga dan masyarakat,” diakhirinya.
Penulis : Rahmat Ibnu






