AksaraKaltim — Sempat menjalani perawatan intensif akibat mengalami luka bakar serius di RSUD Aji Muhammad Parikesit, Tenggarong, ayah dari dua balita korban kebakaran di Jalan Kartini, Gang Karya, Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), dikabarkan meninggal dunia.
Ustaz Hamri Nor, yang lebih dikenal sebagai Ustaz Hamdi, dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis, Rabu (14/10/2026) malam.
Direktur Utama RSUD Aji Muhammad Parikesit dr. Mauritz Silalahi mengatakan, saat tiba di rumah sakit, kondisi Ustaz Hamri sangat kritis dengan luka bakar yang mencapai lebih dari 75 persen di seluruh tubuhnya.
Tim medis langsung memberikan penanganan maksimal, termasuk merawatnya secara intensif di ruang ICU dan membantu fungsi pernapasan dengan alat khusus.
“Secara umum, kondisi pasien sangat berat. Luka bakar yang parah disertai riwayat penyakit lain membuat penanganan kami harus ekstra hati-hati. Kami berikan yang terbaik, termasuk bantuan alat pernapasan,” jelas dr. Mauritz.
Biasanya, penanganan luka bakar membutuhkan proses pembersihan yang melibatkan pembiusan. Namun, kondisi Ustaz Hamri yang sangat rentan menghalangi tindakan ini, sehingga tim medis hanya dapat melakukan pembersihan luka secara lokal tanpa operasi.
“Karena risiko yang sangat besar jika dilakukan tindakan yang lebih berat,” ungkapnya.
Sebelumnya, dua anak Ustaz Hamdi juga meninggal dunia dalam peristiwa kebakaran yang terjadi di kawasan tersebut. Dia dilaporkan mengalami luka bakar saat berupaya menyelamatkan kedua anaknya dari kobaran api.






