Foto Menkes Pakai Tabung Oksigen Viral, Budi Ungkap Alasan Sebenarnya

AksaraKaltim – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengklarifikasi foto dirinya menggunakan tabung oksigen saat mengunjungi Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Ia menegaskan tidak mengalami sesak napas seperti narasi yang beredar di media sosial.

Melalui akun Instagram @bgsadikin, Budi menjelaskan foto tersebut memang benar, tetapi narasi yang menyertainya tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Budi mengatakan dirinya menggunakan tabung oksigen saat kunjungan ke Palangka Raya, Jumat (23/10) karena mau memberikan edukasi tentang fasilitas penanganan dampak asap, bukan karena sesak napas.

Penggunaan tabung oksigen tersebut bertujuan memberikan informasi sekaligus edukasi kepada masyarakat mengenai fasilitas Rumah Oksigen yang tersedia di Palangka Raya.

BACA JUGA:  Lahan Gambut di Kawasan Belimbing Terbakar, Pemadaman Perlu Waktu Dua Jam

“Saya sama sekali tidak merasa sesak pada saat itu,” tulis Budi dalam unggahannya di akun Instagram miliknya.

Budi mengatakan kunjungannya dilakukan untuk memastikan kesiapan Rumah Oksigen yang dikelola Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan Bus Oksigen Keliling milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Fasilitas tersebut disiapkan sebagai langkah mitigasi bagi masyarakat yang terdampak polusi udara, terutama ketika terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

BACA JUGA:  Kaltim Dikepung Karhutla, 71 Titik Muncul dalam 10 Hari

Menurut Budi, Rumah Oksigen dilengkapi sistem penyaringan udara menggunakan high-efficiency particulate air (HEPA).

Masyarakat yang mengalami sesak napas dapat mendatangi fasilitas tersebut untuk beristirahat dan mendapatkan bantuan oksigen dengan pemantauan tenaga kesehatan.

Ia menjelaskan, masyarakat yang membutuhkan penanganan lebih lanjut akan dirujuk ke rumah sakit.

“Kalau warga mulai sesak, segera ke Rumah Oksigen terdekat,” tulisnya.

Selain Rumah Oksigen, Pemprov Kalimantan Tengah juga menyiapkan Bus Oksigen Keliling untuk membantu warga yang kesulitan menjangkau fasilitas tersebut.

Budi menekankan bahwa ketersediaan oksigen menjadi penting, terutama bagi relawan pemadam kebakaran yang terpapar polusi udara saat bertugas. Paparan polusi yang tinggi dapat mengganggu pernapasan dan menurunkan kadar oksigen dalam darah.

BACA JUGA:  Kasus HIV/AIDS di Bontang Capai 584 per Agustus 2023, Didominasi Hubungan Seks Bebas

Ia menyebut saturasi oksigen relawan pemadam kebakaran terkadang turun di bawah 90 persen.

Karena itu, Budi mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan keluhan sesak napas, khususnya di tengah kondisi polusi udara akibat karhutla.

Warga yang mengalami gejala tersebut diimbau segera diarahkan ke fasilitas kesehatan atau fasilitas oksigen terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.

(CNNIndonesia.com)

Deprecated: htmlspecialchars(): Passing null to parameter #1 ($string) of type string is deprecated in /home/u311674831/domains/aksarakaltim.id/public_html/wp-includes/formatting.php on line 4731