AksaraKaltim – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang menggelar pelatihan untuk meningkatkan kompetensi kepemimpinan dan manajerial bagi kepala sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Kota Bontang.
Pelatihan ini difokuskan pada penguatan peran kepala sekolah dalam menghadapi pesatnya perkembangan era digital dan melakukan inovasi.
Kepala Bidang Pembinaan GTK Disdikbud Bontang, Ishak Karangan, menyatakan bahwa saat ini kepala sekolah dituntut untuk terus berinovasi di tengah perkembangan zaman.
“Harapannya, pola kepemimpinan mereka meningkat ke depannya,” ujar Ishak Karangan.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai program berkelanjutan. Setelah menyelesaikan pelatihan, para kepala sekolah PAUD akan menjalani proses monitoring.
“Monitoring ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana dampak pelatihan terhadap peningkatan pola kepemimpinan mereka di unit kerja masing-masing,” katanya.
Disdikbud Bontang mendatangkan narasumber dari Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Pelayanan Publik (Pusjar SKPP) Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI) untuk memberikan materi.
Veronika Hanna, narasumber dari Pusjar LAN RI, menyampaikan semangat untuk menjadikan Bontang memiliki sekolah yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman, namun tanpa meninggalkan esensi dan aspek utama dari dunia pendidikan.
“Secara substansi, sekolah itu dapat menjadi suatu yang menyenangkan, bukan menakutkan bagi anak usia dini,” jelas Veronika Hanna.
Disinggung soal setiap peserta memiliki karakter kepemimpinan yang berbeda-beda.
Menurut Veronika Hanna, latar belakang para peserta memang beragam, ada yang berasal dari sekolah negeri dan swasta, serta memiliki jumlah murid yang berbeda.
Pelatihan yang mengusung konsep sekolah idaman ini diikuti oleh 105 kepala sekolah PAUD.
Dalam pelatihan tersebut, peserta akan menerima materi dalam bentuk teori dan praktik yang nantinya dapat langsung diterapkan di unit kerja masing-masing.
“Ini sifatnya berjejaring, sehingga mereka tidak akan merasa sendirian dalam membangun sekolah untuk mencetak generasi emas di Bontang. Semua akan berproses nantinya saat pelatihan berlangsung,” tutupnya.






