AksaraKaltim – Setelah menempuh perjalanan sekira 6 jam. Lelah yang dirasakan pun lenyap seketika. Saat tiba di Pantai Teluk Bayur, Tritip, Balikpapan Timur. Pasalnya, mata dimanjakan dengan pemandangan laut nan indah sepanjang mata memandang. Ditambah lagi hamparan pasir putih yang basah disapu desiran air laut.
Sejak jauh hari Forum Jurnalis Bontang (FJB) merencanakan agenda liburan bagi anggotanya. Sayangnya, karena kesibukan dan berbagai hal tidak semua turut bergabung.
Waktu keberangkatan pun disepakati pada Sabtu (28/1) pukul 08.00 wita dengan menggunakan 4 mobil. Lagi-lagi waktu berangkat molor selama 2 jam. Karena Bontang saat itu diguyur hujan sejak dini hari. Canda dan tawa selalu mewarnai selama perjalanan.
Untuk menuju lokasi, kendaraan harus melewati Gang Swadaya di wilayah Tritip, Balikpapan Timur. Gang itu hanya bisa dilalui sebuah mobil dengan jalan lumayan bergelombang, tepatnya jalan tanah dengan bebatuan.
Begitu sampai di bibir pantai, rombongan FJB masih harus berkendara sekira 5 menit. Uniknya, untuk menuju lokasi kendaraan harus menyusuri bibir pantai dengan jarak sekira 400-500 meter.
Pantai yang terletak di pesisir Selat Makassar ini dikelola secara mandiri oleh kelompok masyarakat sadar wisata Balikpapan sejak 2019.
Sayangnya, saat rombongan FJB tiba di lokasi sang surya nampak malu menampakkan diri. Padahal, dari penuturan warga sekitar pemandangan sangat indah ketika matahari terbenam.

Briefing pun dilakukan Ketua FJB begitu barang bawaan telah diturunkan dari mobil. Usai menerima wejangan, acara bebas pun dimulai. Ada yang berswafoto dan ada juga yang bersantai menikmati pemandangan.
“Pemandangannya bagus ya. Sayang mendung ya,” sebut Sena salah satu jurnalis media online.
Pengelola Villa Amarah, Agung menyebut, budget yang mesti dikeluarkan untuk sewa villa berada di kisaran Rp550 ribu sampai Rp2 juta.
“Tergantung fasilitas Villa dan jumlah rombongan. Sedangkan kisaran biaya sewa tenda antara Rp250 – Rp550 ribu per malam,” tutur Agung.

Di Pantai Teluk Bayur, kata dia, terdapat tujuh brand pengelola penginapan untuk pengunjung. Antaran lain Dolphin, Amara, Pelangi Dayung, Lembayung, Gracia, Suprise Bacht, dan Relung Jingga. Namun demikian tiap pengelola tetap saling back up.
“Pengunjung masih didominasi wisatawan domestik dan lokal. Paling jauh dari Kalimantan Selatan,” tutur Agung.
Pukul 20.00 wita, rombongan kembali berkumpul untuk santap malam. Pemandangan saat malam hari tidak kalah menarik. Kerlip lampu mewarnai malam meski rembulan tak kunjung menampakkan diri.
Berbagai keseruan hingga kekonyolan pun terjadi saat acara games dimulai. Tawa riang tak henti-hentinya terdengar hingga pukul 04.00 dini hari.
Games kembali digelar usai rombongan melakukan sarapan pagi, Minggu (29/1). Suanana keakraban dan keseruan makin terasa.
Pukul 13.00 wita rombongan FJB pun meninggalkan lokasi dan menuju pusat Kota Balikpapan. Kalau bahasa gaulnya cuci mata.
Selepas maghrib rombongan pun meninggalkan Kota Balikpapan dan tiba di Kota Bontang sekira pukul 01.30 dini hari. Karena harus kembali dengan kesibukan sehari-hari sebagai kuli tinta.






