AksaraKaltim – Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Kaltim, Erwin Izharuddin membantah kabar yang menyebut partainya menarik dukungan hak angket DPRD terhadap polemik kebijakan anggaran Pemerintah Provinsi Kaltim.
Kebijakan Pemprov yang menjadi sorotan adalah terkait pengadaan mobil dinas senilai 8,5 Miliar dan renovasi rumah jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur senilai 25 Miliar.
Melansir Kompas.com, Erwin mengatakan, sikap PAN saat ini bukan menarik dukungan. Melainkan meninjau ulang dan mengonsolidasikan sikap internal fraksi sebelum rapat paripurna digelar.
“Kita bukan menarik ya, tapi meninjau. Kita diskusi dulu sesuai prosedur hak angket gimana. Karena kita ini fraksi gabungan, bukan fraksi sendiri, jadi harus dibicarakan bersama,” kata Erwin di Hotel Harris Samarinda, Kamis (14/5/2026).
Ia mengatakan, pembahasan akan dilakukan terlebih dahulu di internal PAN sebelum dikoordinasikan dengan fraksi gabungan bersama Nasdem. Erwin menegaskan, secara mekanisme, usulan hak angket sebenarnya sudah berjalan dan tidak bisa begitu saja ditarik kembali.
“Angket itu sudah masuk paripurna. Minimal syaratnya 10 orang, ini sudah 23 orang. Jadi tetap jalan. Tinggal nanti paripurnanya berjalan lancar atau tidak,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengakui masih ada perbedaan pandangan di internal PAN karena tidak semua anggota fraksi ikut menandatangani usulan hak angket tersebut. Karena itu, PAN ingin memastikan seluruh kader memiliki sikap yang sama sebelum menyampaikan keputusan resmi di forum Paripurna.
“Kita ingin satu suara. Jangan sampai ada yang mendukung, ada yang tidak. Mau musyawarah atau voting, yang penting keputusan akhirnya bulat,” ucapnya.
Erwin juga membantah isu yang berkembang di media sosial terkait dugaan adanya intervensi politik maupun komunikasi khusus dengan pihak pemerintah daerah. “Enggak ada. Saya berani sumpah enggak ada begitu-begitu. Saya juga enggak pernah minta apa-apa ke gubernur,” kata dia.
Erwin menilai polemik hak angket menjadi pelajaran politik penting bagi masyarakat Kaltim.
Ia meminta masyarakat lebih objektif dalam melihat kinerja pemerintah, termasuk berbagai program yang sedang berjalan.
“Ya ini pelajaran berharga buat masyarakat semua. Ke depan lihat dari nurani kita lah,” ucapnya.






