AksaraKaltim – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang melakukan perbaikan penanganan darurat pada dua turap yang rusak dengan lokasi berbeda.
Pertama penanganan untuk turap sepanjang 50 meter di RT 28 Kelurahan Api-api, yang sebelumnya ambruk. Dibuatkan semacam tiang pancang tambahan untuk menghindari turap semakin bergeser ke arah sungai.
Pengerjaan tersebut baru dimulai sekitar satu pekan terakhir ini. Target penyelesaiannya hingga akhir Desember nanti.
Disinggung soal besaran anggaran, Dinas PUPRK belum bisa merincikan. Sebab, penanganan darurat itu dilakukan secara swakelola.
“Belum tahu berapa biayanya. Nanti tunggu selesai pekerjaan di akhir Desember baru ketahuan nominal yang dikeluarkan,” kata Kepala Bidang (Kabid) Sanitasi, Air Minum dan Sumber Daya Air Dinas PUPRK Bontang, Edy Suprapto, Selasa (6/12/2022).
Diketahui turap tersebut ambruk sekitar 1 tahun lalu. Tepatnya di 2021, sementara usia turap baru mencapai sekitar 3 tahun.
Kemudian, turap kedua yang mendapatkan penanganan darurat adalah turap yang berada di RT 12 Kelurahan Gunung Elai. Di mana turap mengalami patah dengan panjang sekitar 6 meter dan ketinggian 3 meter. Patahan turap persis berada di belakang rumah warga sekitar.
Dijelaskan Edy, penanganan awal yang mereka lakukan adalah dengan memasang tiang Ulin sebagai penyangga atau penahan karung yang berisi pasir. Hal itu bertujuan untuk mengurangi beban pada bagian turap yang patah.
“Sama ini swakelola juga. Untuk perbaikan permanennya nanti tahun depan. Paling sekitar Rp300-Rp400 juta untuk turap yang patah ini,” tandasnya.






