DPK Bontang Pastikan Mutu Layanan Tatap Muka Setara dengan Platform Digital

DPK Bontang berkomitmen tidak mengabaikan pelayanan langsung di tengah gelombang digitalisasi.

AksaraKaltim – Meskipun gelombang digitalisasi terus menggerus pola pelayanan konvensional, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Bontang berkomitmen tidak mengabaikan pelayanan langsung.

Kebijakan pelayanan dua arah atau hybrid system tetap dipertahankan demi keadilan akses bagi warga.

Untuk mendukung komitmen tersebut, DPK Bontang menyiapkan tim pengolah data dan informasi serta penata layanan operasional. Tim ini dibentuk secara khusus untuk memperkuat garda terdepan pelayanan informasi publik, baik secara daring maupun luring.

Kepala DPK Bontang, Retno Febriaryanti, mengutarakan bahwa karakteristik masyarakat Kota Bontang dalam mengakses informasi sangat beragam. Sebagian besar generasi muda memilih jalur digital, namun tidak sedikit yang tetap menyukai konsultasi tatap muka.

“Mereka bertugas memastikan masyarakat mendapatkan informasi dengan cepat, jelas, dan mudah diakses,” kata Retno menjelaskan fungsi strategis tim tersebut.

Retno menjelaskan, bahwa kebutuhan masyarakat terhadap informasi terus menunjukkan tren kenaikan yang signifikan dari tahun ke tahun. Maka itu, harus diimbangi dengan peningkatan pelayanan

Melalui penataan tim operasional yang responsif ini, DPK Bontang ingin menghapus kesan kaku dan lambat pada meja pelayanan publik. Setiap petugas frontliner diwajibkan memiliki penguasaan materi yang luas terkait program-program kerja.

Lebih lanjut, Retno menekankan pentingnya keramahan, kecepatan, dan ketepatan dalam penyampaian informasi langsung kepada warga yang datang ke kantor. Petugas dituntut mampu menerjemahkan bahasa regulasi yang rumit menjadi penjelasan yang mudah dipahami oleh masyarakat awam.

Ia berharap penguatan struktur pada garda terdepan ini dapat mendongkrak secara signifikan indeks kepuasan publik terhadap kinerja birokrasi daerah. Penilaian masyarakat terhadap wujud kehadiran pemerintah dinilai sangat bergantung pada performa para petugas layanan operasional ini.

“Kami ingin pelayanan publik lebih komunikatif dan responsif. Baik masyarakat yang datang langsung maupun yang mengakses layanan digital harus mendapatkan pelayanan yang sama baiknya,” pungkasnya.